Wartanusa.id – Langsa | Warga Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, Wati (37) panik dengan kondisi bantaran krueng Langsa yang mengalami erosi sehingga merobohkan talud penahan tanah.
“Talud di tepian sungai roboh, sementara dapur rumah saya berpapasan dengan talud tersebut. Apabila tidak segera diperbaiki rumah kami bisa amblas ke sungai,” sebutnya kepada wartanusa.id, Jum’at (03/09/2021).
“Kami berharap ada perhatian pemerintah untuk segera diperbaiki, terlebih di masa hujan seperti ini. Kami khawatir bila air sungai meluap dan menghantam tepian sungai, tanahnya longsor dan mengikis pondasi rumah,” ujarnya berharap adanya perhatian pemerintah.

Menanggapi kepanikan warganya, Gechik Gampong Sidorejo, Shalahuddin mengatakan pihaknya sudah pernah menyurati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan ditembuskan ke Wali Kota Langsa untuk diperbaiki talud tersebut.
“Beberapa waktu lalu juga, Wali Kota, Wakil Wali Kota, Kadis masa itu Ali Mustafa sudah turun ke lokasi, untuk melakukan kegiatan gotong-royong massal dan kemudian tim BPBD juga sudah memotong bambu yang menjadi masalah sehingga erosi,” terangnya.
Akan tetapi, karena anggaran perbaikannya besar, Kepala BPBD saat itu berupaya mengusulkan kegiatan tersebut melalui APBN.
“Kami pihak desa tidak mampu mengatasinya, namun sudah berupaya menyurati BPBD, itu anggaran besar sekali. Kalau pakai uang desa tidak mungkin bisa direalisasikan,” pungkas Gechik melalui pesan Whatsapp.












