Tak dipungkiri jika sosok Pasukan Pengibar Bendera menjadi sorotan publik di saat perhelatan upacara kemerdekaan. Mereka adalah muda-mudi pelajar Indonesia yang membanggakan. Karena untuk menjadi Paskibra tidaklah mudah, tidaklah sembarangan.
Harus mengikuti seleksi dengan kriteria-kriteria yang sesuai. Bahkan harus berjuang dalam latihan keras ketika telah lolos seleksi. Sehingga mereka yang terpilih sudah pasti dipuji, dielu-elukan sebagai kebanggaan daerah dan seluruh warga.
Namun siapa sangka jika ternyata selama ini latihan keras beberapa Paskibra tidak tertunjukkan di upacara utama. Ada saja anggota Paskibra yang gagal dalam menjalankan tugasnya. Sehingga mau tak mau mereka pun dapat hukuman.
Hukuman Bagi Paskibra yang Gagal Mengibarkan Bendera
Kabar menyebutkan bahwa Paskibra yang gagal akan mendapat hukuman sesuai wilayah tugasnya. Misalnya saja jika terjadi di wilayah Bogor maka pelatihnya yang dapat hukuman penjara selama 6 hari sedangkan pengibarnya diharuskan wajib lapor.
Sementara itu jika gagal di dalam pengibaran bendera di Istana Negara maka hukuman bagi petugasnya adalah tembak bius saat itu juga. Ngeri sekali dan pastinya memalukan jika benar-benar terjadi. Tapi untungnya semua prosesi upacara kemerdekaan di Istana Negara selama ini berhasil dengan baik.
Kegagalan Pengibaran Bendera di Dumai
Terjadi pada upacara peringatan Korps Pegawai Republik Indonesia atau Korpri ke 41 tahun di tanggal 29 November 2012. Upacara tersebut dihadiri oleh ribuan anggota Korpri di Lapangan Kantor Walikota Dumai Lama JL. HR Soebrantas, Kecamatan Dumai Timur. Namun upacara tersebut ternyata tak berlangsung khidmat. Karena kesalahan petugas pengibar bendera yang mana bendera tersebut dikibarkan terbalik, semestinya warna merah-putih malah putih-merah. Sontak kegagalan itu menjadi perhatian semua peserta upacara dan upacara tetap dilanjutkan hingga selesai.
Sedangkan kegagalan Paskibra sebenarnya tidak dipermasalahkan oleh Inspektur Upacara. Beliau berharap agar tugas tersebut ke depannya dilaksanakan dengan hati-hati. Namun anggota yang melakukan kesalahan tetap mendapat hukuman. Yaitu berdiri tegak sembari menghormat kepada bendera merah putih.
Hukuman Fisik Ketika Salah dalam Latihan
Selain ketika upacara utama berlangsung, kesalahan Paskibra atau Paskibraka ketika masih dalam tahap latihan pun sudah pasti mendapat hukuman. Namun bukan hukuman fisik. Kini hukuman fisik seperti push up, squat jump, dan lainnya, sudah tidak diterapkan. Karena cara tersebut dianggap tidak efisien. Hukuman fisik saat latihan Paskibra hanya akan memperburuk kondisi anggotanya yaitu membuang tenaga dan waktu. Hukuman yang diberikan haruslah bersifat mendidik, memberi perbaikan, dan membuat pelaku kesalahannya sadar juga kapok, untuk kemudian bisa lebih fokus dan berhati-hati.
Menjadi anggota Paskibra atau Paskibraka adalah impian muda-mudi pelajar Indonesia. Dengan kecerdasan, kekuatan mental, serta kedisiplinan, maka impian tersebut bisa dicapai. Selain membanggakan, Paskibraka juga akan mendapat bonus jika berhasil melaksanakan tugasnya. Semangatlah para pemuda Indonesia!