Simeulue | Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, sangat minim tenaga pengajar yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Sekolah pertama di kecamatan pesisir pantai itu, saat ini hanya memiliki tiga orang tenaga pengajar yang berstatus PNS. Selain itu, dua orang guru kontrak serta tujuh orang guru yang masih berstatus bakti di sekolah yang didirikan tahun 1983 itu.
“Tiga orang guru PNS itu termasuk saya sebagai kepala sekolah, sementara yang lainnya, masih kontrak dan berstatus guru bakti,” kata Reni Deprita, S.Pd, M.Pd, Kepala Sekolah (Kasek) SMP itu, Sabtu, 25/07/2020.
Menurut Reni, minimnya tenaga pengajar yang berstatus PNS itu dikawatirkan dapat menurunkan kwalitas serta kwantitas murid di sekolah itu. Sebab, tenaga pengajar yang berstatus PNS itu selain lebih berpengalaman juga telah memiliki sertifikasi ilmu keguruan di bidangnya masing-masing.
“Guru PNS itu biasanya lebih berpengalaman terkait dengan bidang pendidikan. Sebab, mereka telah melalui berbagai pelatihan serta tehnik mengajar, baik itu ditingkat kabupaten maupun ditingkat provinsi dan bahkan secara nasional, sehingga keberadaan mereka di sekolah sangat diperlukan,” ucap Kepala Sekolah berparas cantik itu.
Dijelaskan Reni, meski sekolah yang dipimpinnya itu memiliki keterbatasan tenaga pengajar yang berstatus PNS dan juga kontrak. Namun tetap memberikan yang terbaik kepada murid sekolah itu, ini dibuktikan pada tahun ajaran 2017-2018, siswa sekolah itu meraih prestasi sebagai juara satu nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Kabupaten Simeulue. Sedangkan pada tahun 2018-2019, sekolah itu kembali meraih prestasi juara dua UNBK sekabupaten paling ujung Sumatra itu.
“Dengan keterbatasan ini, kita tetap berupaya memberikan yang terbaik kepada murid kita. Harapan saya, semoga dari pihak terkait dapat memperhatikan hal ini, sehingga pendidikan kita di Simeulue ini semakin lebih baik lagi,” harap Reni Deprita.(Ai)
















