Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Jatim · 21 Jan 2020 08:51 WIB ·

Raih Penghargaan Maturitas SPIP Level 3 dari BPK-RI, Bupati Trenggalek Ingin ada Penguatan Inspektorat dan Manajemen Resiko di Setiap OPD


 Raih Penghargaan Maturitas SPIP Level 3 dari BPK-RI, Bupati Trenggalek Ingin ada Penguatan Inspektorat dan Manajemen Resiko di Setiap OPD Perbesar

Trenggalek, Wartanusa.id – Prestasi Kembali ditorehkan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek, kali ini penghargaan yang diraih oleh Trenggalek dibidang Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Level 3 dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPK-RI).

Penghargaan untuk Pemkab Trenggalek ini diserahkan saat pelantikan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur, Alexander Rubi Setyo Adi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Sedangkan penghargaan SPIP untuk Trenggalek sendiri, diserahkan langsung oleh Plt. Deputy Pengawasan Internal pemerintah Bidang Perekonomian dan SDA, Didik Krisdianto kepada Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (20/1/2020),

Bupati Trenggalek, Nur Arifin sangat bersyukur atas penghargaan ini dan berharap prestasi ini bisa terus ditingkatkan kedepannya. “Patut disyukuri kita berhasil meraih penghargaan maturitas SPIP pada level 3 (terdefinisi),” ungkapnya.

“Inspektorat harus lebih serius dengan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah. Karena maturitas tinggi tentunya harus bisa dipertanggujawabkan dan manajemen resiko tidak hanya jadi wilayahnya Inspektorat tapi semua dinas juga harus punya manajemen resiko,” lanjut orang nomor satu di Trenggalek ini.

Dengan semua mempunyai manajemen resiko, kesalahan, kurang kualitas atau apapun yang bisa menyebabkan resiko itu bisa dihindari sedini mungkin.

Kedepan peminpin muda Trenggalek ini, ingin melakukan penguatan di sisi Inspektorat dan selanjutnya membangun sistem manajemen resiko disetiap OPD sehingga sisi pengawasan tidak hanya menjadi tanggungjawab Inspektorat saja melainkan menjadi tanggungjawab semua, sehingga terfilterisasi dengan baik.

Sedangkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan ini menyambut baik apresiasi yang diberikan oleh BPK untuk Provinsi Jatim dan beverapa Kabupaten/ Kota di Jawa Timur ini. Dalam sambutannya gubernur perempuan ini menyatakan tidak berpuas diri terhadap prestasi yang diraih dan menargetkan bisa naik kelas menjadi level 4.

“Belum ada Provinsi yang mencapai level 4 dan Jatim ingin pecah telur naik ke level 4,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

“Kami berharap ada pendampingan dari BPKP agar Jawa Timur bisa naik kelas, pecah telur ke level 4,” tutupnya.

(Hari Riswanto)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pascasarjana IAIN Langsa Sosialisasi PMB di Kabupaten Langkat

5 Mei 2026 - 14:36 WIB

Pemko Langsa Juara 1 Kategori Pengendali Inflasi Terbaik Se Sumatera

25 April 2026 - 22:02 WIB

Rektor IAIN Langsa Hadiri Pertemuan Penguatan Sinergi PTKIN dan Kanwil Kemenag di Jakarta

16 April 2026 - 11:35 WIB

Penyanyi Asal Kota Langsa Dwitya Maharani Launching Single Perdana Aceh Berjudul “Lam Cerana”

12 April 2026 - 20:08 WIB

Cover Lagu "Lam Cerana" by Dwitya Maharani.

Mosi tak Percaya terhadap Plt Kacabdisdik, Diaspora Abdya di Jawa Minta Pemerintah Aceh Turun Tangan

10 April 2026 - 15:51 WIB

Polemik Plt Kacabdisdik Abdya, Pemuda Muslimin Aceh Minta Gubernur Evaluasi

10 April 2026 - 15:12 WIB

Yulizar Kasma.
Trending di Aceh