Saat Pewarta Media ini, menanyakan kejadiannya berapa kali, ia jawab sudah 2x pak, pak ET buat hal demikian, lalu ditanya kenapa tidak dilapor sama guru lain atau kepala sekolah jawabnya kami takut dan trauma dan saya sudah sempat lapor ke Ibu Anta dan merekamnya.
“Kata bu Anta jangan disampaikan ke keluarga biarkan Bapak Kepala sekolah yang menyelesaikan permasalahan ini.
Kami takut pak, apa lagi dengan ancaman Pak ET dikelas bahwa nilai kami ada ditangannya selaku wali kelas”, ucap mereka dengan polos.
Menanggapi kejadian tersebut Ketua LSM Forum RI 1 Kepulauan Nias Wahyuddin Waruwu,SP yang dimintai tanggapannya oleh Pewarta Media ini menyampaikan keprihatinannya akan permasalahan tersebut. Yang semestinya oknum guru sebagai Pendidik adalah melindungi, jika ini benar maka oknum guru tersebut mencoreng nama seluruh profesi tenaga Pendidik atau Guru.
Masih Ketua LSM Forum RI 1, Saya berharap, kiranya Kapolres Nias menaruh perhatian khusus pada persoalan ini dan mempercepat proses penanganan aduan korban serta pihak terduga atau terlapor guru ET ditahan dan dipenjarakan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya agar menjadi sebuah efek jera terhadap perbuatan kotornya yang merusak generasi kepulauan Nias ini, ujarnya.
(AZB/RED)








