Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 9 Mar 2020 19:23 WIB ·

Dinas PPKP: Mesin Potong Padi di Langsa Hanya 2 Unit


 Dinas PPKP: Mesin Potong Padi di Langsa Hanya 2 Unit Perbesar

Wartanusa.id – Langsa | Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (Dinas PPKP) Kota Langsa menyatakan hanya 2 unit ketersedian mesin potong padi (Combine Harvester) yang dimiliki Dinas untuk memenuhi panen padi di Kota Langsa awal Tahun 2020 ini.

“Mesin Combine di Dinas hanya 2 unit untuk memenuhi panen padi di Langsa dengan luas sawah yang dimiliki petani sekitar 1000 hektare lebih,” ungkap Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Langsa melalui Kabid Pertanian, Ir Rosmala Dewi kepada wartanusa.id di ruang kerjanya. Senin (09/03/2020).

Lanjut Kabid menerangkan bahwa 2 unit alat itu akan digunakan secara bergantian dengan semua petani yang ada di Langsa.

Pada prakteknya di Lapangan, petani harus memesan dulu ke pengelola untuk mana yang didulukan menggunakan alat, untuk selanjutnya yang lain harus antri tunggu giliran.

Sebenarnya ada 3 unit lagi mesin kecil yang ditempatkan di masing-masing Unit Pelaksana Teknis Balai Pelayanan Pertanian (UPT BPP) yang ada di Kota Langsa.

“Namun demikian dengan menggunakan mesin kecil, padi yang dihasilkan dari mesin itu kurang baik/kualitasnya rendah, malah merugikan petani,” terang Mala.

Saat ini ke dua unit mesin Combine sedang beroperasi di tambah satu mesin kecil yang beroperasi, “itupun atas permintaan petani,” imbuhnya.

Kita akan terus respon permintaan petani, saat ini mesin sedang bekerja yang dikendalikan oleh operator, Akan tetapi keterbatasan alat menyebabkan petani harus antri,” sambungnya.

Di samping itu, Mala melalui Dinas juga telah berupaya untuk memenuhinya dengan mengusulkan bantuan tiap tahunnya untuk pengadaan alat tersebut dari APBN.

“Setiap tahunnya sudah di usulkan untuk pengadaan, namun belum terpenuhi mungkin ada daerah lain yang membutuhkan, artinya di Kabupaten/Kota lain lebih besar lahan persawahan ketimbang di Langsa sendiri,” sebutnya.

Dirinya mengaku tidak keberatan dengan pemberitaan kemarin, mungkin dengan pemberitaan tersebut malah lebih memudahkan dan mudah-mudahan dapat perhatian lebih dari pemerintah untuk membantu petani di Kota Langsa. Dengan diberikannya pengadaan mesin tersebut.

Di kesempatan, Kabid juga membantah adanya bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) jenis Combine Harvester yang besar diberikan melalui APBK dan APBA.

“Selama ini di Langsa hanya terdapat 2 unit Alsintan yang diberikan melalui APBN, kalau di Kabupaten/Kota lain saya tidak tahu,” tutup Rosmala Dewi.

Artikel ini telah dibaca 121 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Respon Aksi Warga, Wali Kota Langsa Pastikan Penyaluran Bantuan Banjir Sesuai Ketentuan

30 April 2026 - 22:30 WIB

PEKA Malaysia dan IAIN Langsa Giat Trauma Recovery untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

30 April 2026 - 21:22 WIB

Wali Kota Langsa Peusijuk 205 Jamaah Calon Haji

30 April 2026 - 20:45 WIB

2.200 Petani Terima Benih Padi, Jeffry Sentana: Ketahanan Pangan Menjaga Stabilitas Ekonomi

29 April 2026 - 20:42 WIB

Penyerahan simbolis benih padi oleh Wali Kota Langsa Jeffry Sentana kepada kelompok tani.

Lindungi Hak Desil, Gampong Alue Pineung Timue Buka Posko Pengaduan Masyarakat

29 April 2026 - 11:57 WIB

Rektor IAIN Langsa Tegaskan Komitmen Lingkungan dalam Forum UI GreenMetric 2026 di Yogyakarta

29 April 2026 - 11:54 WIB

Trending di Aceh