Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Banten · 3 Des 2019 17:41 WIB ·

DIKLAT SAR WMI untuk Meningkatkan Kapasitas Relawan Cimanggu, Pandeglang Banten


 DIKLAT SAR WMI untuk Meningkatkan Kapasitas Relawan Cimanggu, Pandeglang Banten Perbesar

Banten, Wartanusa.id – DIKLAT SAR WMI untuk Meningkatkan Kapasitas Relawan Cimanggu, Pandeglang Banten (02/19)

Wahana Muda Indonesia mengadakan Pedidikan dan Pelatihan (DIKLAT) SAR tingkat dasar bagi relawan yang akan diterjunkan di daerah bencana.

DIKLATSAR ini dilaksanakan berlokasi di Training Center yang berlokasi di Kampung Cisiih Desa Tangkil Sari Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandegalng. M. Zainul Muttaqin selaku Direktur WMI Care menyampaikan “lokasi pelatihan ini memiliki sejarah yang panjang sejak penanganan penyitas stunami yang melanda selat sunda, dulu lokasi ini merupakan shelter bagi warga penyitas tsunami, setelah satu tahun pasca recovery kita ubah fungsinya sebagai Pusat Pelatihan” ujarnya (01/19).

Program DIKLATSAR WMI dilaksanakan dari tanggal 28 November sampai 3 Desember 2019, materi yang di berilkan oleh para instruktur WMI yang berpengalaman terjun di berbagai medan bencana. Instrukur menekankan asfek terkait keWMI an dan teknik dasar Pencarian dan Penyeleamatan, seperti navigasi darat, penguasaan peta, penguasaan survival, evakuasi, penguasaan tali simpul, kemampuan junggle rescue, water rescue, dan manajemen penanganan bencana.

Sugianto selaku ketua panita pelaksana menjelaskan Pola DIKLATSAR menggunakan sistem kelas di WMI Training Center dan di ruang terbuka kawasan Taman Nasional hutan konservasi ujung kulon seksi III sumur.

Kondisi lingkungan dekat lokasi Traning Center sangat mendukung untuk kegiatan SAR terdapat matra laut dan matra hutan. Peserta yang mengikuti DIKLATSAR berasal dari wilayah Jabodetabek rata-rata relawan dan pegiat alam.

Handriansyah Ketua Umum WMI mengharapkan pelatihan ini membentuk mentalitas atau karakter peserta yang kuat, selain memiliki kemampuan teknis serta kemampuan team ketika menghadapi situasi bencana. Secara kelembagaan memang ada BASARNAS, namun masih kekurangan Sumber Daya Manusia, makanya keberadaan WMI secara kelembagaan menjadi potensi SAR yang dapat bersinergis dengan BASARNAS.

Penutupan acara di lakukan disekretariat WMI Jalan Kemajuan Pesanggrhan Selatan peserta dilepas dari lokasi training center. Sejak tanggal 1 desember 2019 peserta melakukan assesment di beberapa lokasi desa yang terdampak tsunami satu tahun lalu, lalu kembali ke jakarta untuk menyerahkan tugas hasil asessement mereka ke pengurus. (Ask)

Artikel ini telah dibaca 147 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rektor IAIN Langsa : Bekerja Untuk Negara Harus Maksimal

7 Februari 2026 - 12:42 WIB

Rapat Kerja IAIN Langsa Fokus pada Transformasi Tridharma Perguruan Tinggi

5 Februari 2026 - 22:40 WIB

Hadiri Rakornas 2026, Wali Kota Langsa Tegaskan Kesiapan Dukung Program Nasional

3 Februari 2026 - 09:14 WIB

IAIN Langsa Sosialisasi PMB di Sumatera Utara

2 Februari 2026 - 14:22 WIB

Junaedhi Mulyono Ketum APDESI Terpilih, Wilda Mukhlis: Semangat APDESI Makin Maju

30 Januari 2026 - 02:38 WIB

Foto usai Munas V, Ketum APDESI Terpilih Junaedhi Mulyono (kiri), Menteri Desa PDT Yandri Susanto (tengah) dan Ketua APDESI Aceh Wilda Muklhlis (kanan). Kamis, 29 Januari 2026.

Pemko Langsa Raih UHC Award Kategori Madya

27 Januari 2026 - 22:12 WIB

Trending di Aceh