Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Jabar · 29 Des 2019 23:41 WIB ·

Dede Farhan Aulawi : Bangun Kesadaran Kolektif untuk Peduli Lingkungan dengan Penghijauan


 Dede Farhan Aulawi : Bangun Kesadaran Kolektif untuk Peduli Lingkungan dengan Penghijauan Perbesar

Bandung, Wartanusa.id – Setiap manusia yang hidup akan selalu membutuhkan orang lain, sehingga terjadilah yang namanya interaksi sosial, interaksi ekonomi, interaksi budaya, dan lain-lain. Konsekuensinya bisa terjadi hutang piutang satu dengan yang lainnya. Semua tentu normal saja, selama satu sama lain melaksanakan hak dan kewajibannya. Satu hal yang sering terabaikan dalam konteks interaksi ekonomi adalah kewajiban membayar hutang pada orang yang memberikan piutang pada kita. Bahkan ajaran agama menekankan kewajiban untuk membayar hutang, sebagai sesuatu yang wajib dilunasi oleh anggota keluarga jika yang bersangkutan meninggal dunia. Satu kewajiban yang tidak disadari adalah hutang pada orang yang selama ini giat melakukan penghijauan. Setiap lahan selalu dimanfaatkan untuk menanam pohon dan tanaman.

Pemerhati Lingkungan Hidup Dede Farhan Aulawi ketika dimintai pendapatnya di Bandung, Sabtu (28/12) mengatakan bahwa dalam satu menit manusia menghirup udara sekitar 7-8 liter udara. Itu artinya jika dihitung dalam satu hari, maka kurang lebih seorang manusia membutuhkan udara sebanyak 11.000 liter. Dari 11.000 liter udara per hari yang kita hirup tersebut, 20%-nya merupakan Oksigen. Artinya, perhari seorang manusia membutuhkan 2.200 liter oksigen.  Angka ini, jika dihitung berdasarkan harga oksigen yang beredar di pasaran, yakni Rp 25.000 per liter, artinya nilai oksigen yang dibutuhkan perharinya adalah Rp 5.500.000,-. Ujar Dede.

Selanjutnya Dede juga menambahkan bahwa 80% dari kandungan udara merupakan zat Nitrogen. Artinya, seorang manusia per hari membubutkan sebanyak 8.700 liter Nitrogen. Sementara harga Nitrogen di pasaran sekitar Rp 9.950,- per liter, artinya setara dengan Rp 86.465.500,-. Jadi total jumlah kebutuhan Oksigen dan Nitrogen per harinya sama dengan Rp 91.965.500,-. Sebuah jumlah yang tidak kecil.

” Sementara itu kita tahu bahwa kebutuhan oksigen dipenuhi dari hasil fotosintesis hijau daun tanaman. Artinya setiap orang itu berkewajiban untuk menanam tanaman dalam rangka memenuhi kebutuhan oksigennya. Padahal kita juga tahu, tidak sedikit orang yang tidak peduli dengan tanaman dan hijau daun. Lihat saja banyak orang yang membangun rumah di atas tanahnya dan semua dihabiskan untuk bangunan. Tidak ada lahan tersisa untuk taman dan tanaman. Itulah gambaran sifat egoistik, terutama di perkotaan “, ungkap Dede.

Oleh karena itu Dede berharap ada upaya yang intens untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar peduli dengan penghijauan. Perlu diingat bahwa fotosintesis merupakan fungsi utama dari tumbuhan hijau, disamping alga dan bakteri.

Dalam proses fotosintesis, tanaman membutuhkan air (H20), karbon dioksida (C02), cahaya dan Klorofil (hijau daun).

Tanaman mengunakan Karbon Dioksida yang diambil dari stomata (mulut daun) pada daun dan Air yang diambil melalui akar. Lalu sinar matahari akan diambil dan dijadikan bentuk energi oleh Klorofil. Klorofil ini terdapat pada organel yang disebut Kloroplas. Pada daun terdapat lapisan sel yang disebut Mesofil. Mesofil ini mengandung 500.000 Kloroplas/mm2. Kemudian cahaya atau sinar matahari akan melewati lapisan epidermis transparan, kemudian diteruskan menuju Mesofil (mesofil ini menjadi tempat terjadinya sebagian besar proses Fotosintesis).

” Dengan demikian, ada beberapa hal yang perlu direnungi yaitu

(1) penuhi hidup dengan rasa syukur,

(2) penuhi kewajiban membayar hutang pada orang-orang yang peduli dengan penghijauan,

(3) jangan egois habiskan lahan untuk bangunan semua dan

(4) lakukan penghijauan saat ini juga. Kalaupun lahan sudah habis dan terbangun, gunakan pot tanaman atau ember / kaleng bekas untuk tanaman.

Mari kita tumbuh kembangkan kesadaran akan penghijauan dengan tanaman yang mudah tumbuh di sekitar kita “, harap Dede menutup pendapatnya.

Editor : Agus Wahyudin, SE

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pascasarjana IAIN Langsa Sosialisasi PMB di Kabupaten Langkat

5 Mei 2026 - 14:36 WIB

Pemko Langsa Juara 1 Kategori Pengendali Inflasi Terbaik Se Sumatera

25 April 2026 - 22:02 WIB

Rektor IAIN Langsa Hadiri Pertemuan Penguatan Sinergi PTKIN dan Kanwil Kemenag di Jakarta

16 April 2026 - 11:35 WIB

Penyanyi Asal Kota Langsa Dwitya Maharani Launching Single Perdana Aceh Berjudul “Lam Cerana”

12 April 2026 - 20:08 WIB

Cover Lagu "Lam Cerana" by Dwitya Maharani.

Mosi tak Percaya terhadap Plt Kacabdisdik, Diaspora Abdya di Jawa Minta Pemerintah Aceh Turun Tangan

10 April 2026 - 15:51 WIB

Polemik Plt Kacabdisdik Abdya, Pemuda Muslimin Aceh Minta Gubernur Evaluasi

10 April 2026 - 15:12 WIB

Yulizar Kasma.
Trending di Aceh