Wartanusa.id – Langsa | Bunyi petasan sekira pukul 22.30 Wib dari kegiatan Jambore Daerah Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Aceh Tahun 2021 yang di gelar di hutan Kota Langsa, Gampong Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro mengganggu kenyamanan warga sekitar.
“Terlebih lokasi acara berdekatan dengan Rumah Sakit Cut Mutia (RSCM) dan Kodim 0104 Aceh Timur. Dikira PKI bangkit dan menyerang Kodim, apalagi sedang nonton G30S/PKI,” ujar Edi, warga setempat kepada wartanusa.id, Rabu malam (29/09/2021).
Karena baru sembuh dari penyakit stroke, Edi terlihat gemetaran mendengar rentetan suara petasan berasal dari acara jambore daerah tersebut.
Hal senada juga disampaikan Yusuf, warga setempat. Menurutnya apa yang dilakukan oleh pihak panitia kegiatan tersebut kurang pada tempatnya.
“Mereka membakar kembang api dekat rumah sakit, apa mereka tidak berpikir bahwa ada orang sakit jantung disitu?” ungkapnya.
“Kami masyarakat yang tinggal disekitar Hutan Kota ini sangat terganggu dengan adanya letusan kembang api tersebut,” tambahnya.
Untuk itu, sambung Yusuf, kami berharap kepada Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Langsa bisa menegur dan memberikan tindakan kepada panitia kegiatan tersebut.
Menanggapi itu, Panitia Pelaksana Jambore Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Aceh, Zufri Effendi yang coba ditemui di Sekretariat pengaduan kegiatan tidak bisa dijumpai.
Menurut salah seorang petugas di sekretariat. “Besok ketua panitia baru bisa memberikan keterangan,” ucapnya. Kamis (30/09/2021).
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Langsa, Dr. H. Marzuki Hamid, MM sampai berita ini ditayang, belum menjawab.












