Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 29 Jul 2022 19:35 WIB ·

Tim PKM Unsam Latih Petani Cabai di Tamiang Produksi Pestisida Nabati Pengendali Hama


 Tim PKM Unsam foto bersama para petani cabai di Rantau Panjang usai pelatihan pembuatan pestisida nabati. Perbesar

Tim PKM Unsam foto bersama para petani cabai di Rantau Panjang usai pelatihan pembuatan pestisida nabati.

Wartanusa.id – Aceh Tamiang | Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Samudra (Unsam) melaksanakan pelatihan kepada petani cabai di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang tata cara pembuatan pestisida nabati pengendali hama tanaman.

Ketua tim PKM Unsam, Yenni Marnita, SP.,MP didampingi anggota Muhammad Rizqi Zati, SE,Msi dan Dyah Ayu Ardiyanti, SE, MSi kepada wartanusa.id, Jum’at (29/07/2022) mengatakan pelatihan ini merupakan upaya kampus untuk membantu petani dalam mengatasi hama tanaman agar lebih ekonomis.

“Mahalnya harga komoditas sayur mayur yang disebabkan serangan hama memotivasi tim PKM Universitas Samudra untuk melakukan pelatihan inovasi pestisida nabati agar petani mampu mengendalikan  hama,” terang Yenni Marnita.

Bersama tim, urai Yenni, pihaknya memperkenalkan inovasi daun mamba dan papaya yang dapat dimanfaatkan petani menjadi pestisida nabati yang lebih murah dan efektif menghalau hama.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh kelompok tani Tunas Harapan yang berlokasi di Desa Rantau Panjang, Aceh Tamiang. Dalam kegiatan ini Tim PKM melatih petani untuk memanfaatkan daun papaya dan daun mamba yang mudah dijumpai di sekitar rumah penduduk, kedua daun tersebut dapat diproses dengan cara mudah dan sederhana.

Dari kegiatan ini petani mendapatkan wawasan baru bahwa dari satu kilogram daun papaya dapat menghasilkan sepuluh liter ekstrak pestisida begitu juga dengan daun mamba.

Sementara itu, Amanudin AR selaku ketua kelompok Tani Tunas Harapan, menyebutkan bahwa petani memerlukan pendampingan dalam membuat pestisida nabati, yang diyakini peserta lebih sehat bagi tanaman dan efektif menghalau hama.

Dikatakan Amanudin, pada umumnya petani merasa antusias dengan kegiatan tersebut, terlihat dari proses tanya jawab yang cukup intens.

Menurutnya, saat ini petani sedang didera permasalahan hama tanaman yang membandel sehingga pada bulan-bulan belakangan ini cukup banyak anggota kelompoknya yang mengalami kerugian akibat gagal panen.

Kegiatan ini diakhiri dengan serah terima produksi ekstrak daun mamba dan papaya dari hasil kegiatan pelatihan kepada perwakilan peserta.

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jadup Tahap II Pascabencana di Kota Langsa Mulai Disalurkan, Total Anggaran Capai Rp374,6 Miliar

20 Juni 2026 - 20:46 WIB

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana memantau penyaluran Jadup Tahap 2.

Wali Kota Langsa Bersama Masyarakat Sambut Kepulangan Jamaah Haji

19 Juni 2026 - 23:32 WIB

Maju Pilchiksung, Calon 04 Sari Endra Usung Jargon “Karang Anyar Bersatu”, Berikut Visi Misi dan Programnya

19 Juni 2026 - 22:35 WIB

Bantuan Jadup, Stimulan Ekonomi dan Isi Hunian Tahap II di Kota Langsa untuk 31.772 KK Segera Disalurkan 

19 Juni 2026 - 10:40 WIB

P2G Meurandeh Aceh Tetapkan Nomor Urut Calon Geuchik

18 Juni 2026 - 22:36 WIB

Calon Geuchik Gampong Meurandeh Aceh, Kota Langsa.

Tim PKM Dosen USCND dan STIM Pase Wujudkan Inovasi Produk Unggulan UMKM di Kota Langsa

18 Juni 2026 - 20:54 WIB

Pembekalan pada produk dendeng jantung pisang di Gampong Sidodadi.
Trending di Aceh