Menu ✖

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 28 Jan 2022 16:24 WIB ·

Pengerjaan Jalan Segmen 1 Peureulak-Lokop Bahayakan Keselamatan Pengguna Jalan


 Pengerjaan Jalan Segmen 1 Peureulak-Lokop Bahayakan Keselamatan Pengguna Jalan Perbesar

Wartanusa.id – Aceh Timur | Pengerjaan pembangunan jalan Peureulak – Lokop, Aceh Timur pada segmen 1 membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Padahal jalan tersebut merupakan harapan masyarakat di lintas pedalaman Aceh Timur, karena selain mengangkut hasil bumi, jalan tersebut juga menjadi penghubung lintas Kabupaten menuju Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

Namun dalam pengerjaannya, pembangunan jalan tersebut seolah mengabaikan keselamatan pengguna jalan, terpantau di segment 1 (satu) yang dimulai dari Gampong Beusa Seberang Kecamatan Peureulak Barat hingga Peunaron.

Selain polusi debu yang terkesan dibiarkan, disana juga terdapat lubang galian yang menganga di pinggiran jalan, dengan kedalaman hampir mencapai 1 meter, tanpa ada rambu atau tanda apapun hingga membahayakan pengguna jalan seperti di wilayah Gampong Kabu hingga ke Teumpeun.

Salah seorang masyarakat yang tak mau disebutkan namanya, kepada media ini mengungkapkan, pengerjaan jalan tersebut, telah mengakibatkan beberapa kali kecelakaan, namun pihak kontraktor tidak pernah peduli.

“Disini belum seberapa, coba ke depan, disana setelah jembatan lebih parah lagi, sudah sering menyebabkan kecelakaan, bahkan pernah ada mobil yang terbalik, apalagi beberapa hari yang lalu, jalan kayak kubangan dibuat, sedangkan masyarakat dan pengguna jalan pada marah,” ujar sumber tersebut. Kamis (27/01/2022)

Memastikan informasi tersebut, tim kami meninjau langsung ke lokasi yang dimaksud, dan benar saja, saat tiba di lokasi, sebuah mobil Pick Up jenis L300 sedang terjebak akibat kandas di badan jalan lintas itu, menyebabkan kemacetan dan umpatan dari pengguna jalan lain yang meilintas.

Tidak ada pekerja maupun petugas yang mengatur kelancaran lalulintas disana. Selanjutnya, tidak ada juga papan proyek disana, apalagi pihak kontraktor yang bisa dikonfirmasi.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pekerjaan Peningkatan Jalan Peureulak-Lokop, Khairul saat dihubungi melalui seluler, Jum’at (28/01/2022) mengatakan dirinya di segment 3 bukan di segment satu.

“Saya bukan di segment 1 bang, kalau mau konfirmasi ke lapangan aja ada kantor disana,” ujar Khairul.

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Timur, Fatah Fikri saat dimintai tanggapannya mengatakan, pihaknya juga sering menerima keluhan dari warga, namun dirinya tidak mengetahui siapa kontraktor pelaksana proyek tersebut.

“Banyak laporan dan keluhan warga yang kami terima, namun sampai sekarang saya juga belum bisa menghubungi pihak kontraktor pelaksana untuk memecahkan permasalahan yang dikeluhkan warga dan Kami harap pihak kontraktor pelaksana tidak mengabaikan unsur keselamatan pengguna jalan serta memperhatikan lingkungan tempat pekerjaannya,” kata Fatah Fikri. [Barmawi]

Artikel ini telah dibaca 197 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wakil Wali Kota Langsa Lepas Keberangkatan Kontingen Pramuka Jambore Nasional

8 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Empat Mahasiswa FUAD IAIN Langsa Magang Internasional

4 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Lepas Sambut Geuchik, TM Yogi Prahananda: Pelayanan Optimal Menuju Seulalah Baru Juara

3 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Sertijab Geuchik Karang Anyar Dihadiri Anggota DPRK Langsa dan Dua Camat

3 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Sertijab Geuchik Gampong Karang Anyar Kecamatan Langsa Baro.

FUAD IAIN Langsa Sosialisasi Program RPL, Mudahkan ASN dan Praktisi Lanjut Kuliah

3 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa Terima Penghargaan Penyelamatan Arsip Terbaik se Sumatera

3 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Foto bersama Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa, Meilisa Ramandha dengan tim penyelamatan arsip.
Trending di Aceh