Wartanusa Aceh | Beredar surat undangan perihal Rapat Badan Musyawarah anggota DPRA tertanggal 17 Juli 2020, yang salah satu pointnya akan membahas pembatalan proyek multi year tahun 2020-2022 menuai beragam asumsi di tengah masyarakat.
Rencana Pembatalan Proyek Multi Year oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tersebut di anggap menghalangi niat baik pemerintah dalam membangun Aceh Hebat.
“Saya lihat upaya ketua DPRA ingin membatalkan proyek Multi Years itu tidak mendasar seakan-akan sengaja menghalangi niat baik pemerintah Aceh dalam membangun Aceh Hebat”. Kata Hifjir.
Selain itu, Hifjir yang merupakan Sekretari Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Generasi Aceh Perubahan (DPP SIGAP) juga meningdikasi bahwa ini merupakan ekses dari Pokir yang belum clear.
Menurutnya proyek multi year ini kan sudah jauh-jauh hari, kenapa tiba-tiba ingin di batalkan.
“Jangan gara-gara kepentingan pokir atau kepentingan pribadi tidak terpenuhi DPRA lalu membatalkan proyek Multi Years”. Cetus Hifjir kepada wartawan, Minggu (19/7/2020).
DPRA yang merupakan wakil rakyat seharusnya mendukung penuh setiap proyek yang manfaatnya dapat di rasakan lansung oleh masyarakat, tidak hanya berdampak pada serapan anggaran yang maksimal, juga pertumbuhan ekonomi.
“Kita tau sendiri bahwa jalur transportasi ke daerah-daerah di kabupaten/kota masih sangat memprihatikan, pembangunan jalan melalui proyek multi year ini tentu di tunggu-tunggu oleh masyarakat, jangan korbankan masyarakat demi kepentingan pribadi,” ungkap Hifjir.
Hingga berita ini tayang, ketua DPR Aceh H. Dahlan Jamaluddin, S.IP yang di hubungi redaksi melalui pesan WhatsApp nya, belum memberikan jawaban. (Fminaldo)
















