Menurutnya hal ini sebagai rasa terima kasih non-Tionghoa terhadap etnis Tionghoa yang telah memberikan banyak sumbangsih terhadap bangsa Indonesia.
Banyak cara dalam menujukkan rasa kesatuan dan cinta Tanah Air. Salah satunya yang dilakukan pemuda berdarah Aceh di Banten.
Ia mendirikan sebuah Museum Pustaka Peranakan Tionghoa sebagai rasa terima kasihnya kepada etnis Tionghoa, serta bentuk kepeduliannya atas apa yang mereka alami pada tahun 1998.
Azmi Abubakar adalah sosok di balik berdirinya Museum Pustaka Peranakan Tionghoa. Meski museum ini telah berdiri sejak 2011, baru-baru ini muncul lagi video yang memperlihatkan Azmi berpidato dan mengucapkan terima kasih kepada etnis Tionghoa.
Akun Twitter @AgoesAguss mengunggah sebuah cuplikan pidato Azmi yang menjelaskan asalmuasal museum itu.
Namanya Ir Azmi abu bakar dari Aceh tinggal di Tangerang.
Beliau membangun museum khusus Tionghoa.Kalau orang yang cerdas pasti tidak pernah rasis terhadap sesama seperti ajaran Rasulallah. pic.twitter.com/giuCBQw1Od— Agus (@AgoesAguss) July 14, 2020
Dalam video yang berdurasi 1.39 detik itu, Azmi mengaku bukanlah berdarah Tionghoa. Malahan ia tidak memiliki benang merah dengan etnis Tionghoa.
“Saya non-tionghoa, lebih tepatnya Aceh, kedua orang tua saya dari Aceh,” jelas Azmi dalam cuplikan video tersebut. (Dream)
















