Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Headlines · 21 Des 2016 21:39 WIB ·

3000 Pengungsi Aleppo Terjebak, Empat Balita Tewas Karena Cuaca Dingin


 3000 Pengungsi Aleppo Terjebak, Empat Balita Tewas Karena Cuaca Dingin Perbesar

bus pengungsi aleppo terjebak cuaca dingin

Wartanusa.id – Sejumlah saksi mata melaporkan ada sekitar tiga ribu orang terlantar di pos pemeriksaan di dalam keadaan suhu yang sangat dingin. Tanpa makanan atau pemanas, pasca bus yang bertujuan untuk mengevakuasi penduduk sipil dan para mujahidin dari Aleppo dihentikan. Total ada 60 bus terlantar dengan alasan yang tidak jelas dengan pengungsi yang terjebak di dalamnya.

“Situasi pengungsi sangat sulit, dikarenakan cuaca yang sangat dingin dan juga minimnya pasokan air bersih dan makanan. Evakuasi paksa ditangguhkan dan orang-orang tidak bisa meninggalkan bus”, ujar salah satu aktivis.

Menurut laporan sudah ada korban yang jatuh akibat cuaca dingin yang mengepung para pengungsi yang terjebak tersebut. Korban meninggal terdiri dari empat anak yang masih balita. Dengan suhu mencapai dibawah nol derajat celcius mengakibatkan evakuasi berjalan lambat.

Setidaknya ada 25.000 orang termasuk para mujahidin telah meninggalkan Aleppo timur sejak Kamis lalu berujung kesepakatan bahwa Aleppo jatuh ke tangan pemerintah Bashar Assad. Banyak dari mereka menuju ke provinsi tetangga seperti Idlib untuk tinggal dengan keluarga atau di pusat-pusat pengungsian.

Mereka masih tinggal di zona perang ditambah dengan cuaca dingin dan sangat membutuhkan bantuan. Banyak yang lemah, kurang gizi dan memiliki masalah kesehatan kronis setelah berbulan-bulan hidup di bawah pengepungan belum lagi fasilitas medis terus-menerus diserang.

Dengan hujan salju pekan ini di beberapa bagian provinsi Idlib, pasokan makanan dan tempat tinggal sangat dibutuhkan, ujar salah seorang perwakilan PBB.

Untuk sementara waktu para pengungsi bisa bernafas dengan lega setelah berbulan-bulan dikepung dan diserang habis-habisan oleh rezim Bashar Assad untuk mengusir mereka dari tanah kelahirannya, Aleppo.

“Kami tidak ingin meninggalkan tanah kami, tetapi mereka menggunakan senjata untuk memerangi dan mengusir kami,: ujar Abu Mohammad, ayah dari empat anak yang tinggal di timur Aleppo. “Sekarang mereka telah menyiapkan penjara bagi kami untuk mengepung kami dan membombardir kami”, tambahnya.

(as)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jaksa Geledah Dinas PUPR Langsa

2 Januari 2026 - 16:10 WIB

Wali Kota Langsa Ambil Alih Pengelolaan Perumda AM Tirta Kemuning

16 Desember 2025 - 01:58 WIB

Korban Banjir Aceh Tamiang Mulai Diserang Penyakit, Butuh Obat dan Air Bersih

8 Desember 2025 - 09:57 WIB

Salah satu titik pasca banjir di Aceh Tamiang.

KOPAZKA Desak Pemerintah Pusat Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Banjir Aceh

7 Desember 2025 - 12:47 WIB

Tangani Dampak Banjir, Wali Kota Langsa Salurkan BLT dan Bantuan Pangan kepada Seluruh Warga

4 Desember 2025 - 15:38 WIB

Wali Kota Langsa Distribusi Bahan Makanan pada 102 Dapur Umum

1 Desember 2025 - 17:49 WIB

Trending di Aceh