Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Jabar · 6 Feb 2020 02:05 WIB ·

2 Hari Berturut-Turut Banjir Genangi Jalan Bandung-Garut


 2 Hari Berturut-Turut Banjir Genangi Jalan Bandung-Garut Perbesar

Sumedang | permasalahan banjir yang terjadi di jalan raya Bandung- Garut tepatnya di km 23 sudah menjadi langganan, setiap hujan turun pasti warga net slalu mengabadikan hal tersebut ke media sosial, hal tersebut sebagai agar sebuah aspirasi yang diharapkan seluruh kalangan masyarakat tentang banjir bisa teratasi.

Hasil pantauan media ke lapangan setelah pada hari Selasa 04/02/2020 banjir melanda jalan raya Bandung-Garut pada sore hari yang menyebabkan antrian kendaraan cukup panjang dan juga beberapa kendaraan roda 2 menjadi korban karena mencoba Melawati banjir tersebut.

Tak sampai di situ Kini hari Rabu 05/20/2020 pukul 11:00 banjir kembali melanda wilayah tersebut, kalau dilihat dengan kasat mata air yang menggenangi di badan jalan yang menyebabkan banjir tersebut tidak seluruhnya air yang di sebabkan karena faktor alam atau hujan.

 

Ketika salah satu warga Desa Mangun Arga dimintai keterangannya menuturkan air banjir di jalan provinsi tidak sepenuhnya air hujan soalnya warnanya pun berbeda, banjir ini bercampur dengan pembuangan air dari salah satu pabrik yang mempunyai pembuangan tersembunyi ke saluran air yang tertutup oleh trotoar, warga tersebutpun menuturkan sudah beberapa kali melakukan tindakan mendatangi PT tersebut namun semua itu percuma.

Warga tersebut berharap agar pemerintah pusat bisa menindak lanjuti masih ini dan memberi teguran agar pihak pt bisa membuat pembuangan air sendiri tidak membuang ke saluran drainase jalan provinsi, ucapnya.
Tidak hanya warga para sopir angkot juga mengeluhkan dengan banjir yang terjadi pendapatan uang setor kadang di pakai untuk membeli bahan bakar yang terkuras akibat terjebak kemacetan, selain itu kadang untuk membiayai mobil angkotnya yang mogok. Pungkasnya. (sandi)

Artikel ini telah dibaca 155 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rektor IAIN Langsa : Bekerja Untuk Negara Harus Maksimal

7 Februari 2026 - 12:42 WIB

Rapat Kerja IAIN Langsa Fokus pada Transformasi Tridharma Perguruan Tinggi

5 Februari 2026 - 22:40 WIB

Hadiri Rakornas 2026, Wali Kota Langsa Tegaskan Kesiapan Dukung Program Nasional

3 Februari 2026 - 09:14 WIB

IAIN Langsa Sosialisasi PMB di Sumatera Utara

2 Februari 2026 - 14:22 WIB

Junaedhi Mulyono Ketum APDESI Terpilih, Wilda Mukhlis: Semangat APDESI Makin Maju

30 Januari 2026 - 02:38 WIB

Foto usai Munas V, Ketum APDESI Terpilih Junaedhi Mulyono (kiri), Menteri Desa PDT Yandri Susanto (tengah) dan Ketua APDESI Aceh Wilda Muklhlis (kanan). Kamis, 29 Januari 2026.

Pemko Langsa Raih UHC Award Kategori Madya

27 Januari 2026 - 22:12 WIB

Trending di Aceh