Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 24 Des 2016 00:22 WIB ·

Pasien Terlantar Bertahun-tahun, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Diminta Turun Tangan


 Pasien Terlantar Bertahun-tahun, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Diminta Turun Tangan Perbesar

Wartanusa – SOS…!!! Amran, 42 tahun, warga Desa Malaka, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, saat ini memerlukan penanganan darurat setelah menderita sakit selama 3 tahun. Menurut adiknya, Sutrisno, abangnya saat berita ini ditulis sedang dalam kondisi kritis, situasi di rumahnya, tempat pasien dirawat oleh keluarganya, sudah ramai warga, menunggui pasien mengahadapi ajalnya tanpa keluarga ini mampu melakukan apa-apa.

“Kondisi Abang saya sudah kritis saat ini, jangankan makan, minumpun sudah tidak bisa, warga sudah ramai di rumah,” urai Sutrisno dengan nada sedih kepada Redaksi KOPI ( Koran Online Pewarta Indonesia ) via telepon selulernya.

Kondisi Amran, yang telah menderita sakit bertahun-tahun tanpa penanganan dari pihak terkait, itu diketahui saat Anggota DPD RI asal Aceh, Fachrul Razi, MIP yang didampingi Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menjenguk yang bersangkutan atas permintaan adiknya Sutrisno, kemarin Kamis, 22 Desember 2016. Keadaan pasien Amran yg merupakan anggota KPA (Komite Peralihan Aceh) sudah sangat memburuk, tubuhnya tinggal tulang berbungkus kulit.

Sutrisno menjelaskan lebih lanjut bahwa Amran menderita sakit kencing manis sejak lebih dari 3 tahun lalu. Selama menderita sakit itu, Amran belum pernah mendapatkan perawatan dari rumah sakit karena ketiadaan biaya pengobatan. “Hanya sekali ke Rumah Sakit Tapak Tuan (ibukota Aceh Selatan), dua tahun lalu, itupun hanya untuk memeriksakan kadar gula darahnya. Tidak bisa berobat karena tidak ada uang buat bayar rumah sakit,” imbuh Sutrisno.

Dalam kebingungan keluarganya menghadapi situasi penyakit Amran yg amat kritis malam ini, Sutrisno memohon bantuan dari sesiapapun yg berkenan memberikan bantuan penanganan dan pengobatan abangnya itu. “Sampai saat ini, dari pihak pemerintah hanya abang (red: Ketum PPWI Wilson Lalengke) dan bang Fachrul Razi yg sudah datang menjenguk dan bantu. Saya amat berharap bantuan dari pemerintah dan siapapun untuk menolong kami mengobati abang saya,” ujar Sutrisno lirih.

Sementara itu, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke langsung berkoordinasi dengan Ketua PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Daerah Aceh, Tengku Abdurrahman, untuk segera membantu memberikan pertolongan penanganan awal kepada Amran. Bagi semua pihak terkait diharapkan untuk sesegera mungkin melakukan tindakan penyelamatan pasien sebelum semuanya terlambat. Untuk komunikasi dan konfirmasi keluarga pasien, silahkan menghubungi Sutrisno di nomor kontak: +62 853-6063-1528 (AL)

Artikel ini telah dibaca 123 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wakil Wali Kota Langsa Lepas Keberangkatan Kontingen Pramuka Jambore Nasional

8 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Empat Mahasiswa FUAD IAIN Langsa Magang Internasional

4 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Lepas Sambut Geuchik, TM Yogi Prahananda: Pelayanan Optimal Menuju Seulalah Baru Juara

3 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Sertijab Geuchik Karang Anyar Dihadiri Anggota DPRK Langsa dan Dua Camat

3 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Sertijab Geuchik Gampong Karang Anyar Kecamatan Langsa Baro.

FUAD IAIN Langsa Sosialisasi Program RPL, Mudahkan ASN dan Praktisi Lanjut Kuliah

3 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa Terima Penghargaan Penyelamatan Arsip Terbaik se Sumatera

3 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Foto bersama Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa, Meilisa Ramandha dengan tim penyelamatan arsip.
Trending di Aceh