Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 13 Apr 2023 06:32 WIB ·

Mantan Bupati Aceh Tamiang jadi Tersangka Korupsi


 Mantan Bupati Aceh Tamiang jadi Tersangka Korupsi Perbesar

Wartanusa.id – Aceh Tamiang | Mantan Bupati Aceh Tamiang, Mursil ditetapkan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Aceh sebagai tersangka kasus korupsi penguasaan lahan.

Kasus tersebut dilakukan Mursil pada 2009 lalu, saat Ia menjabat sebagai Kepala Badan Pertanahan (BPN) Aceh Tamiang.

Objek kasus berupa penerbitan beberapa sertifikat hak milik atas tanah Negara eks Hak Guna Usaha (HGU) pada dua perusahaan masing-masing di PT Desa Jaya Alur Jambu dan PT. Desa Jaya Perkebunan Alur Meranti.

Kasi Penkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (12/4/2023) kepada wartawan menyebutkan, Mursil diduga terlibat dalam menerbitkan sertifikat hak milik di atas tanah negara dan di jual kembali kepada negara dengan memanipulasi dokumen persyaratan permohonan sertifikat hak milik.

Kasus ini, sambung Ali Rasab, terjadi pada tahun 2009, saat itu Direktur PT. Desa Jaya, TR, mengajukan permohonan sertifikat hak milik di atas tanah negara yang berdekatan dengan lahan eks HGU PT Desa Jaya Alur Meranti.

Dengan tujuan untuk mendapatkan pembayaran dari pengadaan tanah untuk kepentingan umum pembangunan Makodim Aceh Tamiang.

Dikarenakan asal muasal tanah tersebut merupakan tanah negara, TR dengan dibantu oleh Mursil yang saat itu Kepala Pertanahan Aceh Tamiang, membuat permohonan kepemilikan hak tanah dengan tujuan untuk bertani dan berkebun.

Setelah terbit sertifikat pada tanggal 5 Juni 2009, selang beberapa hari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melakukan ganti rugi kepada TR atas tanah tersebut seharga Rp 6,4 miliar.

Pelaksanaan kegiatan usaha perkebunan dalam kurun tahun 1988 hingga sekarang, PT. Desa Jaya Alur Meranti dan PT. Desa Jaya Alur Jambu dalam beberapa tahun tidak memiliki atas hak dan atau perizinan dalam melaksanakan usaha perkebunan.

Selain Mursil, Jaksa juga telah menetapkan dua orang lainya sebagai tersangka korupsi lahan yakni inisial TY dan TR masing-masing Direktur PT. Desa Jaya Alur Jambu dan Direktur PT. Desa Jaya Alur Meranti, dimana TR selaku penerima ganti rugi pengadaan tanah.

“Atas perbuatanya, diduga pelaku melanggar Pasal 2 Jo Pasal 3 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” pungkas Kasi Penkum Kejati Provinsi Aceh Ali Rasab Lubis.

Artikel ini telah dibaca 140 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wakil Wali Kota Langsa Lepas Keberangkatan Kontingen Pramuka Jambore Nasional

8 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Empat Mahasiswa FUAD IAIN Langsa Magang Internasional

4 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Lepas Sambut Geuchik, TM Yogi Prahananda: Pelayanan Optimal Menuju Seulalah Baru Juara

3 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Sertijab Geuchik Karang Anyar Dihadiri Anggota DPRK Langsa dan Dua Camat

3 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Sertijab Geuchik Gampong Karang Anyar Kecamatan Langsa Baro.

FUAD IAIN Langsa Sosialisasi Program RPL, Mudahkan ASN dan Praktisi Lanjut Kuliah

3 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa Terima Penghargaan Penyelamatan Arsip Terbaik se Sumatera

3 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Foto bersama Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa, Meilisa Ramandha dengan tim penyelamatan arsip.
Trending di Aceh