Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 11 Jul 2026 16:04 WIB ·

Khazanah Ekoteologi Islam Dosen IAIN Langsa Masuk Jurnal Q1 Rumania


 Khazanah Ekoteologi Islam Dosen IAIN Langsa Masuk Jurnal Q1 Rumania Perbesar

Wartanusa.id – Langsa | Prestasi akademik kembali ditorehkan sivitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa. Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, M.A., bersama M. Anzaikhan dan Adelina Nasution, berhasil mempublikasikan hasil penelitian pada European Journal of Science and Theology (EJST), jurnal internasional bereputasi Q1 pada bidang Religious Studies.

Artikel ilmiah yang berjudul “Ecotheology of Al-Asma’ Al-Husna: Reconstructing Environmental Ethics from the Divine Attributes Toward Global Ecological Responsibility” diterbitkan dalam European Journal of Science and Theology, Volume 22, Nomor 3, Juni 2026. Publikasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi Indonesia dalam pengembangan kajian Islam dan lingkungan di tingkat internasional.

Penelitian tersebut menawarkan paradigma baru dalam pengembangan ekoteologi Islam melalui rekonstruksi etika lingkungan yang bersumber dari nilai-nilai Asmaul Husna. Penelitian ini berangkat dari kegelisahan atas semakin kompleksnya krisis lingkungan global yang tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan teknis semata, tetapi memerlukan penguatan dimensi moral dan spiritual.

Melalui pendekatan teologis dan analisis konseptual, penelitian ini menunjukkan bahwa sifat-sifat Allah SWT yang terkandung dalam Asmaul Husna dapat ditransformasikan menjadi prinsip-prinsip etika ekologis universal.

Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran manusia terhadap pentingnya tanggung jawab ekologis, keberlanjutan lingkungan, keadilan antargenerasi, serta harmoni antara manusia dan alam sebagai bagian dari amanah Allah SWT.

Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, M.A., menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan ikhtiar untuk memperkaya khazanah pemikiran Islam kontemporer sekaligus menghadirkan solusi konseptual terhadap persoalan lingkungan yang menjadi tantangan dunia.

“Islam sesungguhnya memiliki fondasi teologis yang sangat kuat dalam membangun etika lingkungan. Melalui kajian Asmaul Husna, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga kelestarian alam bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi merupakan manifestasi penghambaan kepada Allah SWT dan implementasi nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan manusia,” ujarnya.

Menurutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, pemerintah, lembaga pendidikan, maupun para pengambil kebijakan dalam mengembangkan model pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan (sustainable development) dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Tidak berhenti pada publikasi di jurnal internasional bereputasi, penelitian tersebut kini dikembangkan lebih lanjut menjadi proposal riset berjudul “Ekoteologi sebagai Kebijakan Transformasi PTKIN Berkelanjutan dalam Perspektif Riset Internasional dan Program Indonesia Bangkit” untuk mengikuti Kompetisi MORA Kementerian Agama RI melalui platform eRISPRO LPDP Kementerian Keuangan.

Per 11 Juli 2026, proposal penelitian tersebut dinyatakan lulus seleksi administrasi (Administration Review Passed) dan berhak melanjutkan ke tahapan penilaian berikutnya. Capaian ini menunjukkan bahwa hasil penelitian tidak hanya memiliki kualitas akademik yang diakui melalui publikasi internasional, tetapi juga dinilai layak untuk dikembangkan menjadi riset strategis yang mendukung kebijakan transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.

Prof. Ismail Fahmi menyampaikan bahwa pengembangan penelitian ke dalam kompetisi riset nasional merupakan bagian dari komitmen IAIN Langsa untuk menghadirkan riset yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penyusunan kebijakan publik.

“Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu referensi dalam merumuskan arah transformasi PTKIN yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan pemikiran Islam yang responsif terhadap isu-isu global, khususnya krisis lingkungan,” ungkapnya.

Keberhasilan publikasi pada jurnal internasional bereputasi Q1 yang diikuti dengan lolosnya proposal penelitian pada tahap administrasi Kompetisi MORA Kementerian Agama menjadi bukti semakin menguatnya budaya riset di lingkungan IAIN Langsa.

Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen institusi dalam mendorong dosen untuk menghasilkan karya ilmiah bereputasi internasional yang memiliki relevansi akademik, manfaat praktis, dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Sejalan dengan visi IAIN Langsa sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, inovatif, dan bereputasi global, capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus memperkuat kolaborasi riset, meningkatkan kualitas publikasi internasional, serta menghadirkan inovasi keilmuan yang mampu menjawab berbagai tantangan kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan di masa depan.[]

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wakil Wali Kota Langsa Lepas Keberangkatan Kontingen Pramuka Jambore Nasional

8 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Empat Mahasiswa FUAD IAIN Langsa Magang Internasional

4 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Lepas Sambut Geuchik, TM Yogi Prahananda: Pelayanan Optimal Menuju Seulalah Baru Juara

3 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Sertijab Geuchik Karang Anyar Dihadiri Anggota DPRK Langsa dan Dua Camat

3 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Sertijab Geuchik Gampong Karang Anyar Kecamatan Langsa Baro.

FUAD IAIN Langsa Sosialisasi Program RPL, Mudahkan ASN dan Praktisi Lanjut Kuliah

3 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa Terima Penghargaan Penyelamatan Arsip Terbaik se Sumatera

3 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Foto bersama Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa, Meilisa Ramandha dengan tim penyelamatan arsip.
Trending di Aceh