Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 20 Feb 2022 23:55 WIB ·

Ilham Pangestu Bagikan Bibit Jagung dan Penanaman Perdana di Aceh Tamiang


 Ilham Pangestu Bagikan Bibit Jagung  dan Penanaman Perdana di Aceh Tamiang Perbesar

Aceh Tamiang – Bersama kelompok tani di Kampung Perupuk , Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Ilham Pangestu anggota komisi V DPR RI melaksanakan penyaluran dan penanaman bibit jagung perdana pada Minggu pagi.(20/02).

Dalam kegiatan tersebut Ilham Pangestu diwakili oleh Khairul Amri, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Langsa yang juga staf pendamping Ilham pangestu. “ Bantuan benih jagung ini merupakan bantuan pribadi dari anggota DPR RI Ilham Pangestu yang menyahuti aspirasi warga yang disampakan padanya beberapa waktu lalu, ungkap Khairul Amri.

Khairul berharap, agar masyarakat petani jagung Kampung Perupuk dapat mengelolanya secara maksimal nantinya, sehingga mampu meningkatkan hasil produksi dan pendapatan para petani. “ tidak menutup kemungkinan Ilham Pangestu akan turun lansung ke lokasi pertanian saat panen perdana nantinya,” uajar Khairul.

Sementara itu, Datok Kampung Perupuk, Kecamatan Bandar Pusaka, Amin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada anggota DPR RI Ilham Pangestu yang telah peduli kepada masyarakatnya yang sebagian besar menggantungkan hidup di sector pertanian.

Datok Amin menyampaikan bahwa areal pertanian jagung sekarang ini dikelola oleh gabungan kelompok tani, yakni kelompok tani Seulanga, Taruna Tani da n kelompok tani wanita (KWT) yaitu lebih kurang seluas 60 Hektar dan lahan siap tanam yakni 30 hektar.

Saat ini para pentani terkendala tatkala hujan turun area perkebunan mereka kerap terendam banjir, ungkap Datok, “ Jika parit induk tu tidak diperbaiki maka saat hujan turun airnya meluap ke area pertanian jagung sehinggga tanaman jagung terendam dan mati.” Tegasnya.

Selain parit induk, lanjut Amin, masyarakat juga mengharapkan perbaikan atau peningkatan badan jalan menuju areal pertanian jagung dan pertanian lainnya, karena badan jalan saat ini sudah mengalami kerusakan yang cukup parah disejumlah titik sehingga sulit untuk dilalui kendaraan menuju area pertanian gunu membawa hasil tani.

Saat ditanya apakah selama ini pernah memperoleh batuan peralatan dari Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tamian, Datok Kampung Perupuk, Amin dengan tegas mengatakan, selama ini kelompok tani di kampungnya belum pernah menerima bantuan peralatan pertanian. “ Kalau petani jagung hanya memperoleh benih saja, padahal kami juga butuh mesin perontok jagung, mesin mengolahan lahan pertanian dan lainnya,” pungkasnya.

Menyahuti permintaan dan harapan masyarakat petani jagung, Khairul Amri menyampaikan bahwa pihaknya menampung aspirasi tersebut dan akan melaporkan lansung kepada anggota DPR RI, Ilham Pangestu. “ Kita berharap keinginan petani ini bisa diakomodir oleh Ilham Pangestu,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 121 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lantik 47 Geuchik, Wali Kota Langsa: Perkuat Sinergi dan Persatuan Gampong

30 Juli 2026 - 14:52 WIB

Perwakilan geuchik masing-masing Kecamatan menerima 22 program unggulan Langsa Juara.

Wakapolres Langsa Serahkan Hadiah Hiburan Pemenang Sayembara Feature PWI

28 Juli 2026 - 23:42 WIB

Laga Mini Soccer, Bhayangkara FC Polres Langsa Kontra Bank Aceh Berakhir Imbang

28 Juli 2026 - 23:14 WIB

Hengki Syah Jaya Penulis Feature Terfavorit PWI Langsa

28 Juli 2026 - 16:07 WIB

Hengki Syah Jaya

Jeffry Sentana Benahi Pasar, Bangunan tak Bermanfaat Dirobohkan

27 Juli 2026 - 17:23 WIB

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana memukul palu secara simbolis untuk merobohkan dinding pasar ikan yang tidak bermanfaat.

Kolaborasi PKS bersama Pemko Langsa Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

27 Juli 2026 - 15:56 WIB

Salam kompak Pengurus PKS bersama Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana.
Trending di Aceh