Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 8 Okt 2020 22:54 WIB ·

DPRK Langsa Tandatangani Petisi Tampar dan Tolak UU Omnibus Law


 DPRK Langsa Tandatangani Petisi Tampar dan Tolak UU Omnibus Law Perbesar

Wartanusa.id – Langsa | Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Langsa tandatangani petisi Tuntutan Aksi Mahasiswa Peduli Atas Rakyat (TAMPAR) dan menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI bersama Pemerintah Pusat, Senin (08/10/2020) lalu.

Penolakan itu ditandai dengan penandatangan yang dilakukan oleh lima fraksi yang ada di DPRK Langsa yakni Fraksi Demokrat, Golkar, PA, Langsa Bermartabat dan Hatinurani Perjuangan.

Wakil Ketua DPRK Langsa, Ir Joni, menyampaikan, bahwa kami telah sepakat menolak pengesahan Undang- Undang Cipta Kerja dan akan mengirim petisi mahasiswa ke DPR RI.

“Kami juga meminta kepada Presiden RI untuk membatalkan Undang-Undang Cipta Kerja tersebut,” ucapnya dihadapan ratusan mahasiswa.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Tuntutan Aksi Mahasiswa Peduli Atas Rakyat (TAMPAR) Kota Langsa ini dikomandoi oleh Presiden Mahasiswa IAIN Cot Kala, Rizki Ananda, Ketua HMI Cabang Langsa, Mat Jailani, Wahyu Ramadhana, Ketua SEMMI Cabang Langsa, STIKES Bustanul Ulum.

Sebelumnya, Ketua HMI Cabang Langsa, Mat Jailani, dalam orasinya menyampaikan pesan dan permintaan tidak ingin hadirnya UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Menurutnya, Sejak Presiden Jokowi dilantik UU yang dilahirkan semuanya terjadi penolakan termasuk UU Omnibus Law Cipta Kerja, karena UU ini melahirkan hal yang kontroversi dan harus berkompetisi dari luar.

Bayangkan, neokapitalisme yang oligarki saat yang terjadi harus dihentikan, rakyat menjerit dengan hadirnya UU Omnisbus Law, semuanya dihantam, contoh Aceh hasil bumi melimpah apabila pesaing dari luar akan menguasai negeri ini akan jadi apa Aceh untuk masa depan.

“Tolong sampaikanlah kepada fraksi-fraksi yang ada di Senayan sana sampaikan pesan ini,” pinta Mat Jailani dalam teriaknya.

Pihaknya juga meminta Presiden RI Joko Widodo untuk mengeluarkan Perpu Pembatalan UU Cipta Kerja karena dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan dan harapan Rakyat.

Dalam aksinya juga mahasiswa yang tergabung dalam Tampar membentangkan spanduk besar yang berisi ‘Tanpa Buruh Negara Runtuh’.

Setelah penandatangan penolakan Undang-Undang Cipta Kerja, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam TAMPAR, sekitar pukul 17.20 WIB, membubarkan diri dengan tertib. Sementara, mahasiswa Unsam masih bertahan.

Artikel ini telah dibaca 156 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

500 Calon Mahasiswa Internasional Daftar Kuliah di IAIN Langsa

21 Juli 2026 - 15:04 WIB

Pemko Langsa Lepas Sambut Kapolres Baru

21 Juli 2026 - 08:16 WIB

189 Suara Hantarkan Muhammad Irwan jadi Geuchik Seunebok Antara

20 Juli 2026 - 15:03 WIB

Muhammad Irwan, Geuchik Terpilih Seunebok Antara.

Euforia Final Piala Dunia 2026, Wali Kota Langsa Nobar Dengan Ribuan Warga di Lapangan Merdeka

20 Juli 2026 - 12:57 WIB

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa Monev Penyaluran Bantuan Buku Bermutu

20 Juli 2026 - 12:15 WIB

Terpilih jadi Geuchik, Rizal Jasnun: Mari Kita Bangun Gampong

19 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rizal Jasnun, Geuchik Terpilih Gampong Sungai Pauh Firdaus.
Trending di Aceh