Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 3 Jan 2023 21:26 WIB ·

AHY : Perppu Cipta Kerja Bukan untuk Kepentingan Elite


 AHY : Perppu Cipta Kerja Bukan untuk Kepentingan Elite Perbesar

Wartanusa.id – Jakarta | Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengkritik tajam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Cipta Kerja.

“Perppu No.2/ 2022 tentang Cipta Kerja ini tidak sesuai dengan Amar Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020, yang menghendaki pelibatan masyarakat dalam proses perbaikannya. Selain terbatasnya pelibatan publik, sejumlah elemen masyarakat sipil juga mengeluhkan terbatasnya akses terhadap materi UU selama proses revisi,” ujar AHY melalui keterangan tertulisnya kepada wartanusa.id, Senin (02/01/2023).

Menurutnya proses yang diambil tidak tepat dan tidak ada argumen kegentingan yang tampak dalam Perppu tersebut.

“Setelah dinyatakan inkonstitusional bersyarat, jelas MK meminta perbaikan melalui proses legislasi yang aspiratif, partisipatif dan legitimate. Bukan justru mengganti UU melalui Perppu. Jika alasan penerbitan Perppu harus ada ihwal kegentingan memaksa, maka argumen kegentingan ini tidak tampak di Perppu ini. Bahkan, tidak tampak perbedaan signifikan antara isi Perppu ini dengan materi UU sebelumnya,” jelas AHY.

AHY menegaskan bahwa keluarnya Perppu Cipta Kerja ini adalah kelanjutan dari proses legislasi yang tidak aspiratif dan tidak partisipatif.

“Lagi-lagi, esensi demokrasi diacuhkan. Hukum dibentuk untuk melayani kepentingan rakyat, bukan untuk melayani kepentingan elite. Janganlah kita menyelesaikan masalah, dengan masalah,” tegas AHY.

Terakhir AHY mengingatkan untuk jangan sampai terjerumus ke dałam lubang yang sama.

“Terbukti, pasca terbitnya Perppu ini, masyarakat dan kaum buruh masih berteriak dan menggugat lagi tentang skema upah minimum, aturan outsourcing, PKWT, aturan PHK, TKA, skema cuti, dan lainnya. Mari terus belajar. Janganlah kita terjerumus ke dałam lubang yang sama,” tutup AHY.

Putusan MK pada 2020 mengamanatkan UU Cipta Kerja inkonstitusional dan harus direvisi dalam waktu dua tahun. Namun kini, bukan revisi yang dilakukan, melainkan Perppu yang dikeluarkan pemerintah agar UU Cipta Kerja tersebut tetap berlaku.

Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sukses Terlaksana, Pemko Langsa Apresiasi Kejurprov Aceh Drag Race & Drag Bike

13 Juli 2026 - 23:17 WIB

Asisten II Setda Langsa menyerahkan hadiah kepada pemenang Drag Race & Drag Bike.

Kejurprov Aceh Drag Race & Drag Bike Seri I Sukses Terlaksana, Berikut Pemenangnya

13 Juli 2026 - 22:42 WIB

Kapolres Langsa menyerahkan hadiah kepada para pemenang.

Perdana Masuk Sekolah, Wali Kota Langsa Bagi Seragam Gratis Jilid II

13 Juli 2026 - 12:50 WIB

Pelepasan balon sebagai tanda dimulainya proses belajar mengajar ajaran 2026/2027 di SDN 1 Langsa.

Pemko Langsa Launching e-Parking Berlangganan, Tarif Rp 100 Ribu/Tahun

12 Juli 2026 - 13:19 WIB

Wali Kota Langsa menekan tanda diberlakukannya e-Parking.

Cage Nomor Urut 1 Gampong Geudubang Aceh Saiful Mahli Sapa Masyarakat Dusun III BTN ABRI

12 Juli 2026 - 11:07 WIB

Wali Kota Langsa Ajak Orang Tua Antar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah

11 Juli 2026 - 22:20 WIB

Trending di Aceh