Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 5 Jul 2022 16:37 WIB ·

Wali Kota Langsa Sesalkan Pemerintah Aceh Tolak Anggaran Pembebasan Lahan Masjid


 Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, SE. Perbesar

Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, SE.

Wartanusa.id – Langsa | Wali Kota Langsa, Usman Abdullah menyesalkan Pemerintah Aceh dalam hal ini Bappeda Aceh dan SKPA terkait yang tidak menyetujui atau menolak anggaran pembebasan lahan untuk pembangunan masjid dan dayah di Kota Langsa.

Pemerintah Kota Langsa melakukan pengajuan kegiatan pembebasan lahan untuk Masjid As Saghirah Gampong Pondok Kemuning, Kecamatan Langsa Lama dan Dayah Jabal Rahmah Gampong Alue Pinang, Kecamatan Langsa Timur, melalui DOKA Kota Langsa tahun 2023 sekitar Rp 1 Miliar lebih,” ujar Usman Abdullah, kepada aceHTrend, Selasa, 5 Juli 2022.

Dijelaskan wali kota Langsa, untuk pembahasan anggaran kegiatan itu kita telah melakukan dua kali pembahasan dengan Bappeda Aceh dan SKPA terkait, pertama pada 21 April 2022 dan kedua pada  22 Juni 2022.

Dimana dalam dua kali pembahasan itu mereka menolak usulan kegiatan pembebasan lahan kedua kegiatan itu, dengan alasan karena tidak ada nomenklatur pengadaan tanah dan tidak boleh menganggarkan hibah langsung kepada gampong.

Sementara, pada tahun 2018, 2019, 2020 dan 2022 kegiatan pengadaan tanah dapat dilaksanakan melalui sumber dana DOKA Kota Langsa. Tapi mengapa pada usulan tahun 2023 mereka menolak.

“Inikan aneh, jika memang usulan untuk tahun 2023 tidak disetujui mengapa pada tahun-tahun sebelumnya disetujui dan di tahun 2022 ada kegiatan seperti pengadaan tanah untuk prasarana olahraga di Gampong Sungai Pauh senilai Rp 580 juta dan disetujui dengan sumber dana dari DOKA Kota Langsa,” ucap wali kota Langsa.

Toke Suum panggilan akrab Usman Abdullah menegaskan bahwa jikapun nantinya dikemudian hari timbul persoalan hukum maka yang bertanggungjawab adalah Pemerintah Kota Langsa bukan Pemerintah Aceh.

“Kita sangat kecewa dan terkesan mereka tidak pro kepada agama dan program-program syariat Islam, apalagi Aceh yang dijuluki Serambi Mekah, seharusnya mereka lebih mengutamakan usulan pengadaan tanah untuk masjid dan dayah,” tegas wali kota lagi.

Lanjutnya, atas penolakan usulan kegiatan pengadaan tanah untuk pembangunan masjid dan dayah, Pemerintah Kota Langsa telah mengirimkan surat kepada anggota DPR Aceh dapil 7, dengan harapan agar wakil rakyat itu dapat membantu sehingga usulan itu bisa disetujui.

“Saya sudah berjanji dengan masyarakat untuk membantu pembebasan lahan masjid dan dayah, namun Pemerintah Aceh tidak menyetujuinya, padahal dana otsus tersebut  merupakan hak dan jatah kabupaten/kota, jadi bukan kita minta dana otsusnya provinsi,” ungkapnya.

“Saya minta maaf kepada masyarakat atas ditolaknya anggaran kegiatan pembebasan lahan tersebut. Kami sudah mengusulkan tapi digagalkan oleh pihak provinsi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Aceh, T Ahmad Dadek, ketika dihubungi wartawan, via WhatsApp tidak membalas dan saat ditelepon tidak diangkat.

Artikel ini telah dibaca 240 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

500 Calon Mahasiswa Internasional Daftar Kuliah di IAIN Langsa

21 Juli 2026 - 15:04 WIB

Pemko Langsa Lepas Sambut Kapolres Baru

21 Juli 2026 - 08:16 WIB

189 Suara Hantarkan Muhammad Irwan jadi Geuchik Seunebok Antara

20 Juli 2026 - 15:03 WIB

Muhammad Irwan, Geuchik Terpilih Seunebok Antara.

Euforia Final Piala Dunia 2026, Wali Kota Langsa Nobar Dengan Ribuan Warga di Lapangan Merdeka

20 Juli 2026 - 12:57 WIB

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa Monev Penyaluran Bantuan Buku Bermutu

20 Juli 2026 - 12:15 WIB

Terpilih jadi Geuchik, Rizal Jasnun: Mari Kita Bangun Gampong

19 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rizal Jasnun, Geuchik Terpilih Gampong Sungai Pauh Firdaus.
Trending di Aceh