Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 16 Nov 2021 14:22 WIB ·

Jelang Milad GAM ke-45, Spanduk Himbauan Terpasang di Pidie dan Pijay


 Jelang Milad GAM ke-45, Spanduk Himbauan Terpasang di Pidie dan Pijay Perbesar

Wartanusa.id – Pidie | Menjelang Milad GAM ke-45 pada 4 Desember 2021 mendatang, di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya (Pijay) terpampang spanduk di beberapa titik wilayah kabupaten tersebut.

Pantauan awak media, Selasa (16/11/2021), spanduk yang bertuliskan “Rakyat Butuh Keamanan dan Kesejahteraan, Bukan Bendera. Komunitas Laskar Aneuk Nanggroe” terpasang di dua tempat yang berbeda, yaitu di Bundaran Sigli, Jalan Prof. A. Majid Ibrahim, Gampong Tiju dan di Simpang Paloeh, Jalan Lintas Medan Banda Aceh, Gampong Paloeh, Kecamatan Sigli, Kabupaten Pidie.

Sedangkan spanduk yang bertuliskan “Waspada! Berbagai Bentuk Ajakan serta Provokasi Tentang Bendera Aceh! Berhati-hatilah, Jangan Sampai Anda Dijadikan Senjata Pemecahan Belah Masyarakat. Komunitas Laskar Aneuk Nanggroe” terpasang di Simpang Masjid Blang Paseh, Jl. Perintis, Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie.

Spanduk bertuliskan yang sama juga terdapat di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, yaitu di Simpang Kecamatan Trienggadeng, Simpang Empat Perkantoran Pidie Jaya dan di Jalan Lintas Medan – Banda Aceh, Gampong Loeng Putu, Kecamatan Bandar Baru.

Menanggapi terpasangnya spanduk-spanduk tersebut, Yahya, salah seorang warga Pidie kepada awak media menyampaikan, spanduk itu mungkin bentuk himbauan ataupun keinginan masyarakat agar selalu menjaga dan merawat perdamaian Aceh sehingga dapat hidup sejahtera.

“Himbauan ini sangat bagus dan ini juga mewakili keinginan hati kami sebagai masyarakat Pidie,” ujarnya.

“Semoga Aceh khususnya Kabupaten Pidie tetap damai dan masyarakat dapat hidup sejahtera,” imbuh Yahya.

Hal senada juga disampaikan Nasir, warga Pidie Jaya. Ia juga berharap agar perayaan Milad GAM ke-45 dapat berjalan dengan sukses dan tanpa adanya pengibaran bendera.

“Karena Qanun Nomor 3 Tahun 2014 tentang Bendera dan Lambang Aceh belum ada suatu kesepakatan bersama antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Aceh, maka kita jangan mengibarkan bendera tersebut,” ungkapnya.

“Mari kita jaga dan rawat perdamaian Aceh sehingga kita dapat hidup aman, nyaman dan sejahtera,” pungkas Nasir.

Artikel ini telah dibaca 159 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pascasarjana IAIN Langsa Sosialisasi Prodi Unggul di Kemenag Aceh Timur

15 Juni 2026 - 13:37 WIB

Lanjutkan Pengabdian, Musliadi Kembali Mencalonkan Geuchik Gampong Sungai Pauh Pusaka

14 Juni 2026 - 15:14 WIB

Penyerahan berkas pendaftaran calon Geuchik Musliadi kepada Ketua PPG Sungai Pauh Pusaka Ahmad Yani.

KONI – IAIN Langsa Teken MoU Pengembangan Olahraga

13 Juni 2026 - 17:17 WIB

Penandatanganan MoU antara IAIN Langsa dan KONI Kota Langsa pada Rakerkot KONI Kota Langsa.

Raker KONI Kota Langsa 2026 Rumuskan Strategi Pembinaan Atlet Menuju PORA XV

13 Juni 2026 - 16:14 WIB

62 Calon Mahasiswa Pascasarjana Doktor dan Magister IAIN Langsa Ikut Ujian Seleksi

10 Juni 2026 - 10:56 WIB

Bedah Kepmendiktisaintek 232/M/KEP/2025, ADAPI IAIN Langsa Desak Kemenag RI Lakukan Harmonisasi bagi Dosen PPPK PTKIN

9 Juni 2026 - 19:21 WIB

Ketua ADAPI Komisariat IAIN Langsa Dr. Muhammad Dayyan, M. Ec.
Trending di Aceh