Warga Mengeluh, Pengaspalan Jalan di Alue Sentang Aceh Tamiang Asal Jadi

by

Aceh Tamiang | WartaNusa – Proyek pembangunan aspal jalan poros meliputi Desa Alue Sentang hingga Desa Geudam, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang dinilai kualitasnya asal jadi. Pasalnya, baru selesai diaspal tidak lama kemudian jalan itu justru diperbaiki kembali alias tambal sulam.

“Selain tipis, aspalnya juga sudah pecah-pecah. Pertama dikorek, sekitar satu minggu baru diaspal lagi,” ungkap salah seorang warga setempat kepada wartawan, Selasa (16/1) siang.

Dijelaskan, kebanyakan warga Alue Sentang termasuk dirinya merasa kurang puas terhadap pengaspalan jalan di desanya. Meski aspal baru, tapi kondisinya banyak terdapat tempelan disana-sini sehingga terkesan seperti jalan lama.

“Aspalnya tidak rapi dan kurang bagus. Kita tengok pun kurang selera,” sesalnya.

Menurut warga, dampak dari pengerjaan proyek jalan di Alue Sentang nyaris menumbangkan ratusan meter Talud penahan tebing yang berada disisi kanan-kiri jalan. Talud yang terbuat dari beton campuran batu kali tersebut dibangun lebih dulu sebelum proyek aspal. Kini posisinya tampak miring diduga akibat tekanan alat berat saat pelaksaanaan proyek berlangsung.

Baca Juga  Puluhan Siswa SDN 3 Terima Bantuan Berupa Baju

Agar talud tidak ambruk menimpa parit beton, warga berupaya mengganjalnya dengan kayu dan peralatan seadanya.

“Sepanjang talud ini semuanya diganjal, kalau tidak ya sudah ambruk lah. Perwakilan pemborong pernah menyampaikan akan dibuat lagi tahun depan,” ujarnya seraya mengatakan, selama ini masyarakat bodoh seperti kami belum ada yang komplain.

Dari pantauan di lokasi proyek, aspal jalan di ujung wilayah Manyak Payed yang berbatasan dengan Kota Langsa tersebut kondisinya tidak mulus dan banyak terdapat sambungan. Disejumlah titik juga ditemukan bekas tambal sulam, hal itu ditandai dengan banyaknya material aspal pecah yang dibuang ditepi jalan.

Informasi diperoleh wartanusa.id menyebutkan, proyek Pembangunan Jalan Poros Desa Alue Sentang-Batas Langsa-Desa Alue Ie Puteh, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang dikerjakan oleh PT Bangun Graha Indonesia (BGI) bersumber dari dana Otsus 2017 senilai Rp 4.287.754.000.00.

Pansus DPRK

Baru-baru ini proyek konstruksi yang diawasi Bidang Bina Marga Dinas PUPR Aceh Tamiang tersebut dikabarkan telah di Pansus oleh Komisi D DPRK Atam pada Kamis pekan lalu.

Baca Juga  Posko Banjir STAISAR Aceh Singkil Tetap Siaga

Ketua Komisi D DPRK Aceh Tamiang, Saiful Bahri yang dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/1) mengatakan, temuan Pansus Komisi D, terhadap proyek fisik aspal di Desa Alue Sentang memang ada didapati bagian aspal yang pecah, namun sudah langsung diperbaiki oleh rekanan karena masih dalam masa perawatan. Mengenai talud yang retak dan nyaris ambruk, temuan itu sudah diberitahukan kepada pihak Dinas PUPR setempat untuk segera ditinjau.

Disinggung terkait protes warga terhadap aspal yang baru dibangun tapi sudah pecah dan ditambal sulam, Syaiful Bahri menyatakan, proyek aspal tersebut bisa diterima Komisi D dengan pertimbangan masih ada masa perawatan hingga enam bulan kedepan.

“Hasil Pansus sudah kita sampaikan kepada bu Ayi Kabid Bina Marga dan kita sama-sama sudah turun kelapangan. Dinas PU akan memperbaiki talud itu. Mengenai aspal jalan bisa kita terima, jika ada yang pecah atau rusak dan masyarakat protes kita minta Inspektorat untuk turun,” tandasnya.