Walikota Sidak Pengerjaan Proyek Hari Kedua. Pekerjaan Cv Ban Barosa Menjadi Sorotan

Walikota Sidak Pengerjaan Proyek Hari Kedua. Pekerjaan Cv Ban Barosa Menjadi Sorotan

Langsa | Walikota Langsa, Tgk. Usman Abdullah SE, Melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pada hari kedua di tiga Lokasi proyek yang bersumber dari Anggaran DAK dan Otsus 2019 Kota Langsa, Kamis, 28 November 2019.

Amatan wartanusa.id tampak hadir di lokasi perdana di Dusun Tiga Loh Gampong Suka Jadi Makmur, Kecamatan Langsa Baro, Pemko Langsa, Walikota di dampingi Kadis PUPR, Ir. Said Mahdum Majid, Kepala Bappeda, Dalfian SE, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Langsa Muharam ST, MT. Dan para staf Pemko Langsa Lainnya.

Dalam Sidak di hari Kedua ini Walikota Langsa mendapati salah satu rumah warga atas nama Muhamad Irman dan Asrah sang istri yang memiliki dua orang anak, tampak di mata walikota rumah pasutri tersebut tidak layak huni, maka Walikota langsung memerintahkan Kadis PUPR Ir. Said Mahdum Majid agar segera menbangun rumah yang layak kepada pasutri tersebut melalui program rumah bantuan.

Setelah selesai meninjau Proyek Peningkatan Jalan Keude Rambe Desa Trom (Lanjutan) dengan Anggaran Rp. 7.870.000.424,43 DAK 2019 yang sedang di kerjakan oleh Cv. Aqila Inti, Walikota Langsa beserta rombongan langsung bergerak menuju Gampong Geudubang Aceh untuk meninjau Paket Proyek Pengaspalan Jalan Wahab Ansyari dan Jalan Tgk. M. Thaib Mahmud, dengan anggaran Rp. 3.071.500.000,- Otsus 2019, yang telah selesai di kerjakan oleh Cv. Kanasa Putra Perdana, Walikota Langsa tampak puas begitu melihat langsung hasil pekerjaaan tersebut.

Kemudian Langsung bergerak menuju UPTD Dinas Kesehatan Kota Langsa, ketika tiba di UPTD Walikota Langsung di sambut oleh Kepala Dinas Kesehatan dr. Herman dan Camat Langsa Baro Zaldy Sofyan SSTP, MSP, dan Kepala UPTD, dr. Novi, pada kesempatan tersebut Walikota melakukan pemeriksaan pada setiap ruangan serta menanyakkan kelengkapan alat kesehatan yang ada, Terkait berfungsi atau tidaknya, Walikota Langsung menguji salah satu alat cek tekanan darah dan kadar Gula ternyata berfungsi dengan baik.

Hanya saja ketika Walikota memasuki ruangan Haematologi tampak ketidak puasan terlihat pada pemasangan Keramik dinding yang sudah terkelupas di ruangan Haematologi tersebut, dengan tegas Walikota memerintahkan kepada Kadis Kesehatan agar menyurati rekanan untuk segera memperbaikinya. “Pekerjaan ini siapa PPTK dan Rekanannya, Karena ini Paket Proyek dari Provinsi maka segera Surati mereka agar secepatnya memperbaiki keramik yang terkelupas, kalau tidak pasti akan bermasalah nantinya” Tegas Walikota.

Lokasi terakhir yang masuk agenda sidak Walikota yaitu Proyek Pembangunan Talud Beton Hutan Kota (Tahap II) dengan anggaran Rp. 2.459.000.000 Otsus 2019, yang di kerjakan oleh Cv. Ban Barosa, Walikota ketika turun dari Mobile Offroadnya sontak menanyakan ketidakpuasannya kepada Masari selaku rekanan Cv Ban Barosa.

“Mengapa dinding Talud lebih tinggi dari Jalan, ketika turun hujan sudah pasti air hujan mengenangi jalan dan mengalir ke halaman rumah warga, jika di sesuaikan dengan jalan yang ada pastinya dinding talud bisa mencapai ujung saluran yang hanya tinggal beberapa meter saja, Kalau begini kan harus kita anggarkan kembali untuk lanjutannya, mengapa perencanaan maupun rekanan tidak jeli dalam melihat situasi dan kondisi di lokasi pembangunan,” tukasnya.

Hal tersebut sama persisnya yang terjadi pada sidak hari pertama kemarin di Proyek Pengaspalan Jalan Tampu, Gampong Matang Cengai, Kecamatan Langsa Timur dengan anggaran Rp. 2.350.576.000.97,- Otsus 2019, yang sedang di kerjakan Cv. Ban Barosa dengan kecewa Walikota menegaskan kepada Kadis PUPR Kota Langsa.

“Saya telah tegaskan kepada PPTK dan Kadis PUPR, jika terdapat kekurangan dan kualitas pengerjaannya yang kurang baik agar dikerjakan ulang jangan di Provisional Hand Over (PHO) kan dulu, harus selesai semua dengan baik sesuai harapan kita, Kualitas suatu pekerjaan harus diperhatikan, jangan baru selesai dikerjakan dalam waktu satu atau dua tahun sudah rusak dan tidak bisa di manfaatkan oleh masyarakat”.

Ditempat yang berbeda wartanusa.id berhasil mewawancari Walikota Langsa terkait Sidak di hari kedua ini mengatakan, “Pada masa akhir tahun anggaran, kira-kira satu bulan lagi, kita ingin memastikan pekerjaan yang sedang dikerjakan selesai atau tidak, kalau yang kita anggap belum selesai atau agak keterlambatan kita suruh pacu agar tidak mati anggaran yang berakibat denda dan lainnya jadi nantinya kegiatan berjalan dengan normal dan termasuk kualitas yang harus di prioritaskan pada setiap hasil pekerjaan proyek, untuk di UPTD tidak ada masalah, hanya saja tadi ada sedikit dinding keramik yang sudah terkelupas, karena di situ hanya peralatan jadi hanya tinggal di fungsionalkan dan harus di fungsikan secara maksimal, UPTD merupakan Laboratorium untuk pemeriksaan darah dan juga makanan yang bekerjasama dengan BPOM dengan demikian masyarakat Kota Langsa tidak perlu harus ke luar daerah lagi,” Tukasnya.

Lanjut Walikota Kembali, “Mengenai Proyek Pengaspalan di Desa Geudubang Aceh sudah sangat bagus terlihat halus serta padat dan untuk Desa Trom juga sudah bagus hanya ada beberapa sisi yang harus di tingkatkan lagi, itu semua akibat lokasinya juga sedikit sulit, akan tetapi secara umum sudah bagus.” Papar Walikota kepada wartanusa.id di Jambo Kencana Ayam Tangkap.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0