Proyek Aspal 7,9 M Seruway Tetap Dikerjakan Meski Sudah Putus Kontrak

Aceh Tamiang | Wartanusa.id – Proyek pembangunan jalan aspal di Desa Tangsi Lama, Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang yang menelan anggaran Otsus 2017 Rp. 7,9 Miliar tampak masih di kerjakan pihak kontraktor, meski kontrak sudah di putus oleh piha Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tamiang .

Pantauan wartawan dilapangan pada Rabu hingga Kamis (11/1). Proyek konstruksi pembangunan jalan aspal  di Jalan Tangsi Lama – Batas Sumut ( proyek lanjutan ) yang dikerjakan oleh PT Sepakat Jaya Nusantara (SJN) senilai 7,9 Miliar tersebut tidak ada masa perpanjangan kerja ( Adendum ), namun masih terlihat dua alat berat yang masih stanbay di bahu jalan.

Saat di konfirmasi wartawan  Rabu (10/1), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan ( PPTK )  pada proyek tersebut Mahyuddin membenarkan bahwa proyek jalan aspal di Tangsi Lama Seruway tersebut sudah di putus kontrak.

Terkait pengerjaan yang masih berlanjut meski kontrak sudah putus, Mahyuddin selaku PPTK mengatakan bahwa  rekanan hanya memperbaiki pekerjaan yang belum selesai sesuai amprahan 90% yang sudah di bayarkan. “ Nanti kita cek dulu kelapangan apakah jalan sudah di perbaiki atau belum”. Jelasnya.

Proyek yang melintasi Kantor Kecamatan Seruway persisnya dari Desan Tangsi Lama hingga Desa Gedung Biara ternyata sudah dibayarkan hingga 90% oleh Dinas PUPR. Namun seperti terlihat dilapangan, jalan di area jembatan masuk ke Kantor Camat Seruway sepanjang lebih kurang 350 meter masih di hampar dengan Base B, begitu juga jalan potong menuju arah Desa Pekan sepanjang 300 meter  yang masih satu paket dengan proyek tersebut.

Sementara itu pengerjaan mega proyek pengaspalan jalan tersebut membuat warga sekitar dirugikan serta kecewa, pasalnya selain pengerjaan proyek yang terkesan asal jadi, ternyata dalam prosesnya proyek tersebut juga merusak fasilitas banguanan parit beton desa  yang di bangun dengan dana ADD tahun lalu.

“Selain Jalan pecah, Kondisi jalan aspal juga bergelombang tidak rata akibat di tambal sulam” ungkap warga yang tidak ingin disebut namanya.

“Parit beton yang dibangun tahun lau menggunakan dana ADD  juga telah hancur, akibat tekanan alat berat proyek” tambahnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *