Program 100 Hari Pasangan Anies – Sandi

by

Setelah kemarin hasil hitiung cepat beberapa Lembaga survei menunjukkan hasil yang mengerucut pada kemenangan pasangan nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Pasangan yang memulai perjalanan menuju DKI 1 dengan hasil survei paling rendah di awal masa kampanye ini memiliki banyak janji-janji kerja yang fenomenal dan konon katanya sangat revolusioner.

Dilansir dari situs jakartamajubersama.com milik pasangan Anies Sandi ada 55 Janji kerja yang akan mereka coba penuhi jika “InsyaAllah terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gebernur setelah dilantik pada 15 Oktober 2017”

Dari banyaknya janji kerja ini kita akan coba melihat satu persatu dan berharap semoga setelah terlantik nanti, janji-janji ini akan menjadi kenyataan dan membawa kebaikan bagi rakyat Jakarta. Hal fundamental pertama dari semua pemerintahan yang baru ialah fondasi awal 100 hari kerja, karena disinilah benih-benih awal program dan perubahan bermula. Dan berikut janji 100 hari pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

 

Pertama, melakukan rekonsiliasi berbagai golongan warga DKI Jakarta selepas Pilkada 2017 untuk memastikan lingkungan sosial, ekonomi dan politik yang kondusif.
  • Bersilaturahim dengan seluruh mantan Gubernur dan Wakil Gubernur, tokoh-tokoh yang mewakili semua golongan, dan pimpinan partai politik.
  • Membentuk Forum Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta sebagai wadah komunikasi yang berkelanjutan.
  • Mengefektifkan Forum Kerukunan Umat Beragama di DKI Jakarta.
  • Menjadikan Balai Kota sebagai rumah rembug warga dengan mengadakan kegiatan “Gubernur/Wakil Gubernur Mendengar”.
  • Memulai pertemuan kota (townhall meeting) per kecamatan sejak minggu pertama menjabat sebagai Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pertemuan pertama bersama warga Kampung Akuarium, Kel.Penjaringan, Jakarta Utara.
Baca Juga  Siapa Dora Natalia, Wanita Berhijab yang Mengamuk dan Cakar Polantas
Kedua, fokus pada langkah-langkah awal dalam memenuhi program kerja prioritas Anies-Sandi dalam 3 bidang:
  1. Lapangan kerja, untuk menciptakan wirausahawan baru dan menciptakan lapangan kerja.
    • Membentuk dan meresmikan 44 pusat kewirausahaan.
  2. Pendidikan, untuk mewujudkan pendidikan yang tuntas dan berkualitas untuk semua,
    • Meluncurkan Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus).
    • Mendistribusikan KJP Plus untuk anak putus sekolah.
  3. Mewujudkan biaya hidup yang lebih terjangkau, meliputi program mengenai bahan pangan pokok, hunian, transportasi.
    • Meluncurkan Kartu Pangan Jakarta.
    • Meluncurkan program hunian DP Nol dengan membentuk institusi/unit khusus yang mengelola isu perumahan/hunian di DKI Jakarta.
    • Meluncurkan program OK OTrip dan OK O-Care.
Ketiga, mengkonsolidasikan birokrasi pemerintah provinsi DKI Jakarta.
  • Membangun komunikasi dengan semua tingkatan birokrasi Pemda DKI Jakarta agar tercipta semangat kerja yang positif dan saling menghargai.
  • Menciptakan iklim kerja birokrasi yang lebih sehat, manusiawi dan produktif.
  • Bersama seluruh jajaran birokrasi Pemda, mempersiapkan Rancangan Revisi APBD-Perubahan 2018 DKI Jakarta dan rancangan RPJMD 2017-2022 untuk diajukan dalam masa sidang DPRD Provinsi DKI Jakarta di tahun 2018. Dengan sasaran revisi adalah memasukan program utama Anies-Sandi ke dalam APBD tahun 2018.
  • Memulai sinergi birokrasi dan pemerintahan provinsi dengan berbagai elemen civil society untuk membangun paradigma “pembangunan berbasis gerakan”.
  • Mulai mengimplementasikan open government dengan pengelolaan sumber pembiayaan anggaran secara transparan dan akuntabel, dimulai dengan menghindari manajemen keuangan non-bujeter.
  • Menerbitkan peraturan-peraturan gubernur yang diperlukan sebagai landasan implementasi program-program prioritas, termasuk untuk mengkonsolidasikan transportasi konvensional dengan transportasi online.
Baca Juga  Kartu Jakarta Pintar Plus - Janji Kerja Anies Sandi

(RZ)