Penyelundupan 60 Ton Beras Ketan di Perairan Aceh Tamiang Kembali Digagalkan Lantamal 1 Belawan

Penyelundupan 60 Ton Beras Ketan di Perairan Aceh Tamiang Kembali Digagalkan Lantamal 1 Belawan

Wartanusa.id – Lantamal I Belawan Kembali menggagalkan penyelundupan 60 ton pulut (beras ketan) asal Thailand. Beras ketan selundupan tersebut akan di bawa ke wilayah Aceh Tamiang melalui Muara Air Masin, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang pada Sabtu, (4/11) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

60 ton pulut (beras ketan) tersebut di angkut menggunakan kapal kargo kayu KM Bintang Timur GT. 60 No. 275/QQD. Selain mengamankan Boat tersebut, Lantamal I yang berada di bawah Komando Armada Kawasan Barat (Koarmabar) juga mengamankan 7 orang ABK kapal.

“Kami mendengar beberapa suara tembakan, rupanya petugas sedang mengejar KM Bintang Timur itu, karena tidak mau berhenti mungkin diberi tembakan peringatan,” ujar seorang nelayan yang minta namanya tidak disebutkan kepada Wartanusa.id usai pulang melaut dari perairan Seruway, Minggu (5/11).

“KM Bintang Timur yang membawa sekitar 60 ton beras ketan (pulut) ilegal itu diamankan beserta tujuh orang ABK-nya, masing-masing berinisial, ES (34), AE (35), Sel (44), Suh (36), AK (44), AH (20) dan Mis (42). Para ABK sebagian warga Aceh Tamiang dan warga Sumatera Utara,” terang Dantim Intel Lantamal I, Mayor (Mar) Bambang, Minggu (5/11).

“Dari hasil pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen KM Bintang Timur tidak ditemukan adanya dokumen muatan barang (manivest barang),” pungkasnya sembari mengatakan, dalam kurun dua pekan ini pihaknya telah mengamankan dua kali aksi penyelundupan pulut pertama 40 ton dan yang kedua 60 ton.

“Pengakuan dari ABK inisial ES bahwa KM Bintang Timur milik Haji Hambali warga Desa Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang. Sementara muatan kapal berupa beras ketan (pulut) sekitar 60 ton milik Koceng warga Desa Air Masin, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang,” bebernya menirukan peryataan ABK.

Lebih lanjut Bambang menyampaikan, seorang nakhoda kapal diketahui bernama Nasrul warga Desa Teluk Kepayang, Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara lebih dulu melarikan diri saat petugas belum mencapai kapal target dia melompat ke laut dan lolos dari kejaran petugas.

Lebih lanjut Bambang menyampaikan, seorang nakhoda kapal diketahui bernama Nasrul warga Desa Teluk Kepayang, Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara lebih dulu melarikan diri saat petugas belum mencapai kapal target dia melompat ke laut dan lolos dari kejaran petugas.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0