Pemusnahan Barang Temuan Uang Palsu Yang Diklarifikasi Di Kpw BI Prov. Jabar, Kpw BI Cirebon Dan Kpw BI Tasikmalaya

Pemusnahan Barang Temuan Uang Palsu Yang Diklarifikasi Di Kpw BI Prov. Jabar, Kpw BI Cirebon Dan Kpw BI Tasikmalaya

Bandung, Wartanusa.id – Rabu (20/11/2019) bertempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Jabar Jl. Braga No.108 Bandung telah dilaksanakan kegiatan pemusnahan barang temuan uang palsu yang diklarifikasi di KPW BI Prov. Jabar, KPW BI Cirebon dan KPW BI Tasikmalaya.

Hadir pada kegiatan tersebut Wakapolda Jabar, Kepala perwakilan Bank Indonesia Prov Jabar, Hakim tinggi penggadilan tinggi Prov. Jabar, Aspidum kejaksaan tinggi prov. Jabar, Kepala otoritas jasa keuangan kantor regional 2 Jabar atau yang mewakili, Kepala group SP PUR dan layanan administrasi KPW BI Jabar, Dir Reskrimsus Polda Jabar,
Para pimpinan perbankan wilayah kerja kantor perwakilan BI Prov. Jabar dan Para tamu undangan lainnya.

Wakapolda Jabar Brigjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K, M.S.I., M.M., melaksanakan kegiatan Pemusnahan Barang Temuan Uang Palsu yang diklarifikasi di KPW BI Prov. Jabar, KPW BI Cirebon dan KPW BI Tasikmalaya. Uang rupiah palsu yang dimusnahkan tahun ini merupakan hasil temuan dari proses penyortiran uang kertas di KPW BI Prov. Jabar, KPW BI Cirebon dan KPW BI Tasikmalaya serta laporan masyarakat kepada kepolisian dan perbankan yang kemudian diserahkan kepada Direktorat tindak pidana kriminal khusus Polda Jabar.

Pemusnahan uang rupiah palsu sebanyak 57.971 lembar ini merupakan langkah nyata untuk melindungi masyarakat dengan memastikan bahwa uang rupiah palsu yang ditemukan tidak beredar di masyarakat.

Wakapolda Jabar pada arahannya mengatakan bahwa Jajaran kepolisian telah berupaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam mengenali ciri – ciri khusus uang rupiah, serta memproses secara hukum pelaku tindak pidana agar memberikan efek jera pada pelaku kejahatan uang palsu.
Hal ini dilakukan untuk menunjukan eksistensi dari aparat penegak hukum dan perbankan yang ada di tengah-tengah masyarakat untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif.

Peran perbankan sangat besar dalam ikut memberantas peredaran uang palsu, terutama pegawai atau teller yang selalu berhadapan langsung dengan nasabah atau masyarakat sehingga diperlukan peningkatan kompetensi bagi pegawai tersebut dalam memahami keaslian uang rupiah dan tindak lanjut penyampaian klarifikasi uang yang diragukan kepada Bank Indonesia.

Wakapolda Jabar berharap agar kerjasama dan koordinasi yang baik agar senantiasa dipertahankan dan ditingkatkan guna terwujud sinergitas antara Bank Indonesia, kepolisian, pengadilan dan kejaksaan. (Sandi)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0