Pasien Korban Kecelakaan Sering Komplain, Ini Jawaban Wadir RSUD

by

PAREPARE, WARTANUSA.ID—Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 19 tahun 2016 tentang penjamin social belum dimengerti oleh sebagian masyarakat. Sebagian masyarakat juga sering kali merasa dirugikan karena tidak mengikuti prosedur.

Hal itu diungkapkan Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau, Dr. Reny Anggraeny Sari. Saat ditemui di ruang kerjanya. Selas, (3/2).

Reny mengatakan, tidak semua pasien pengguna kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bisa mendapat pelayanan gratis.

“Pasien kecelakaan bukan tanggunan pihak BPJS tapi tanggungan pihak Jasa Raharja,”katanya.

Dia menambahkan, masalah pelayanan kesehatan pasien kecelakan sering kali menimbulkan masalah karena sistem  prosedur.

“Banyak pasien merasa dirugikan karena tidak mengikuti prosedur dan menuduh pihak RSUD sengaja mempersulit,’’katanya.

Lanjutnya, Pihak Jasa Raharja menanggung biaya perawatan senilai 10 juta, jika terdapat kelebihan biaya pada pelayanan maka otomatis menjadi tanggunan BPJS.

“Tapi ini ada prosedurnya, bila kita mengalami kecelakaan, maka laporkan ke pihak kepolisian untuk mendapat surat keterangan, selanjutnya surat tersebut dibawah ke Jasa Raharja,’’ujar Reny.

Baca Juga  Karena Kemiskinan, 4 Anak Ini Dibunuh dengan Kapak Merah oleh Ibu Sendiri!

Reny menambahkan, pihak Jasa Raharja yang akan menentukan kelayakan atau tidaknya mendapat santunan melalui surat yang dikeluarkan.

“Ini bukan aturan kami, tapi sdah ketentuan dari pemerintah pusat,”jelasnya.

REPORTER: ABOD