Misteri Pembunuhan Kim Jong Nam: Siapa Siti Aisyah Sebenarnya?

by
Paspor Siti Aisyah
tribunnews.com
Paspor Siti Aisyah
tribunnews.com

Wartanusa.id – Bagi siapapun yang mengenal Siti Aisyah, wanita berusia 25 tahun asal Serang, Banten, yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan berencana seorang warga negara Korea Utara rasanya sulit untuk dipercaya.

Siti Aisyah ditangkap di negeri jiran, Malaysia atas dugaan keterlibatannya atas pembunuhan Kim Jong Nam, kakak tiri dari pemimpin tertinggi negara Korea Utara, Kim Jong Un. Bagi yang mengenal Siti khususnya tetangga, SIti Aisyah dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan wanita baik-baik.

Siti pernah tinggal di sebuah rumah yang terletak di gang kecil di wilayah Tambora, Jakarta Barat. Disana ia tinggal dengan mantan suaminya yang bernama Gunawan Hasyim dan mantan ayah mertuanya, Liang Kiong alias Akiong.

Menurut tetangga-tetangganya, Siti hanyalah salah satu dari jutaan warga negara Indonesia yang mencari kerja di negeri jiran, Malaysia tidak lebih dari itu.

“Dia jarang berbaur dengan orang sekitar sini. Tapi saya yakin bahwa itu adalah dirinya. Saya mengenalinya dari gambar dan saya sering melihatnya saat itu,” ujar salah satu tetangga bernama Anisa Fitri. “Dia orangnya pendiam dan tidak pernah ada masalah di sini,” tambahnya.

Baca Juga  Dualisme KNPI, Mustadirham Enggan Berkomentar

Halimah, tetangga Siti lainnya yang telah tinggal di Tambora seha tahun 1969 tertegun setelah mendengar kabar keterlibatan Siti atas kasus pembunuhan tersebut. “Dia dari keluarga yang kurang kecukupan, sangat disayangkan kalau ia (Siti) terseret dalam kasus tersebut. Dia pernah tinggal di sebelah sata sebelum ia pindah kerumah mertuanya,” ujar Halimah.

Sementara itu, Akiong mantan mertua Siti yang juga menjalankan sebuah konveksi terakhir kali melihat Siti sekitar tanggal 28 Januari sekitar perayaan tahun baru Imlek sebelum ia bertolak ke Malaysia.

“Rasanya tidak mungkin jika ia terlibat dalam kasus pembunuan. Saya mengenal dia sebagai pribadi yang sangat memegang nilai dan tradisional Jawa dan juga istri dan menantu yang baik,” ujar Akiong.

Menurut Akiong, Siti hanyalah lulusan SMP yang kurang pandai berbicara bahasa Inggris dan pernah sekali bekerja di Batam sebagai pedagang pakaian. Akiong tidak ingat pastinya kapan anaknya menikah dengan Siti, yang ia ingat adalah ketika keduanya bercerai pada tahun 2012. Menurut Akiong, perceraiannya itu atas permintaan Siti yang mengaku jika suaminya kurang berlaku baik kepadanya.

Baca Juga  I Deal Pro Management Luncurkan Trailer Pelleng Talekang Edisi Indonesia Tour Shooting

Sementara itu pihak berwenang dari Indonesia telah berjuan untuk mendapatkan informasi yang lebih lanjut mengenai keberadaan dan nasib Siti, termasuk apakah dia benar wanita yang ditangkap oleh pihak berwenang Malaysia bersama dengan seorang wanita lainnya asal Vietnam dan seorang pria Malaysia yang disebut sebagai kekasih dari Siti.

Sementara itu juru bicara Dirjen Imigrasi, Agung Sampurno mengatakan Dirjen Imigrasi masih menunggu validasi resmi dari paspor Siti Aisyah  oleh Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur. Meskipun demkian, di keterangan paspornya tertulis, Siti meninggalkan Indonesia menuju Johor Baru, Malaysia melalui Batam pada tanggal 2 Februari silam.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengatakan nama Siti Aisyah tidak ada dalam daftar pekerja imigran asal Indonesia yang tinggal di Malaysia, namun BNP2TKI tidak menampik jika banyak orang Indonesia yang bekerja di Malaysia secara illegal.

Masih belum jelas apakah Siti merupakan agen asing tapi banyak yang beranggapan termasuk wapres Jusuf Kalla percaya bahwa seperti banyak tenaga kerja asal Indonesia yang telah dibingkai untuk terlibat dalam kasus pembunuhan.

Baca Juga  Penyelundupan Ribuan Ekor Belangkas Ilegal Berhasil DiGagalkan di Perairan Aceh Tamiang

(as)