Mayjen TNI A Hafil Fudin : Raih Impian Perbanyak Silaturrahim

by

Jakarta | wartanusa.id – Memperbanyak silaturrahim dengan berbagai pihak merupakan salah satu cara menjemput impian. Melalui pertemuan langsung bisa berbagi pengalaman atau infomasi.

“Yang junior bersilaturahim kepada yang senior dan yang senior menerima yang junior, sopan santun tetap didepan,” ungkap
Pengajar Lembaga Ketahanan Nasional Mayor Jenderal A Hafil Fudin, pada Ngopi Pagi bertajuk Berbagi Pengalaman Menjemput Impian di The Atjeh Connection, Slipi, Jakarta, Sabtu (9/12/2017) yang diadakan oleh Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP-TIM) Jakarta

Senada dengan Hafil, anggota Komisi III DPR, M Nasir Djamil mengajak anak muda untuk gemar bertemu. Hal ini bisa dilakukan antara lain melalui Ngopi Pagi seperti acara ini

“Ngopi Pagi ini bisa menjadi inspirasi bagi Indonesia,” pinta Nasir bersemangat.

Terkait diskusi ini, pemilik kedai kopi The Atjeh Connection, Amir Faisal Nek Muhammah menuturkan kehadiran bisnis kuliner ini pada awalnya sebagai hobi untuk bersilaturrahim dengan teman-teman serta mempromosikan kuliner Aceh di Jakarta.

“Pengalaman saya dalam berbisnis perlu disiplin, jujur, pantang menyerah dan yakin bisa”, papar Amir.

Baca Juga  Breaking News : Hasil Hitung Cepat Anies - Sandi Menang

Pembicara keempat Deputi Bidang Informasi Energi dan Teknologi Material BPPT Hammam Mirza yang mengupas tentang IT, disebutkan generasi milennial mesti memanfaatkan teknologi untuk berkarya.

“di Aceh saya lihat banyak anak muda di kedai kopi mengunakan wifi namun apakah untuk akses informasi atau main game?” ucapnya.

Diskusi ini dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Taman Iskandar Muda (TIM) Surya Darma yang memuji diskusi perdana di kafe Atjeh Connection, perihal kuliner Aceh yang semakin favorit di Tanah Air sebagai hal yang membanggakan

“Sekarang Garuda Indonesia sudah ada Mie Aceh, ini baik sekali dan kita apresiasi,” puji Surya.

Samsul B Ibrahim Panitia Pelaksana Ngopi Pagi menuturkan bicara santai ini diadakan sebulan sekali

“Dari ngobrol ini terungkap bahwa narasumber memulai profesi dari bawah dan bertahap, tidak instan,” pungkas Samsul yang memoderator diskusi santai selama tiga jam. (adhifatra)