Masuk 10 Malam Terakhir Ramadhan. Lakukan Ini Biar Tidak Menyesal Kemudian Hari

by
10 malam terakhir ramadhan

Bulan ramadhan yang penuh berkah dan ampunan akan segera berakhir. Tapi Allah SWT masih menyisakan 10 malam terakhir di bulan ramadhan ini dengan berkah, ampunan dan berjuta-juta kebaikan. Bahkan 10 malam terakhir dibulan ramadahan ini adalah malam yang lebih baik daripada malam seribu bulan, maksudnya adalah pada malam tertentu pada penutupan bulan ramadhan ini apabila seseorang beribadah atau berbuat kebaikan atau amalan sholeh maka nilainya akan lebih baik daripada amalan seribu bulan.

Terkadang orang-orang sering lupa dan menyia-nyiakan 10 malam terakhir bulan ramadhan ini karena mereka sibuk mempersiapkan diri untuk hari lebaran. Mereka lupa bahwa 10 malam terakhir ini adalah penentu ibadah kita akan lebih baik atau malah menyia-nyiakan waktu yang telah Allah SWT siapkan sebagai ujian bagi tiap muslim. Sama halnya seperti ujian maka tahap terakhir adalah sebagai penentu akan lulus atau tidaknya kita menghadapi ujian di bulan suci ini.

Alangkah baiknya jika setiap muslim ingat bahwa 10 malam terkhir dibulan ramadhan ini adalah ujian dan peringatan apakah kita memang mampu menjadi pribadi yang lebih baik setelah melewati ujian dibulan suci ini, bukan hanya menahan haus dan lapar saja tapi juga menahan hawa nafsu. Barulah kita dapat merayakan hari kemenangan dihari nan fitri setelah kita telah menjadi suci kembali dan terhapus segala dosa-dosa kita karena telah lulus ujian dibulan penghapus dosa.

Bulan ramadhan adalah bulan turunnya Al quran, sebagaimana firman Allah SWT

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (۲) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (۳) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ((٥

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Para malaikat dan ar-Ruh (Jibril) turun dengan izin Rabb-nya untuk mengurus setiap urusan. Keselamatan pada malam itu hingga terbit fajar.” (QS. Al-Qadr : 1-5)

Baca Juga  Tunggu Keppres Presiden, Badan Siber Nasional Akan Segera Terbentuk

Lalu bagaimana seharusnya kita sebagai umat muslim mempergunakan 10 malam terakhir dibulan ramadhan ini? Karena dimalam tersebut terdapat keistimewaan yang tidak ditemukan pada malam apapun dalam setahun  dan hanya satu malam yang istimewa yaitu malam lailatul qadar.  Malam laialatul qaadar seperti yang disebutkan dalam firman Allah adalah malam turunnya Al quran. Malam yang lebih baik daripada malam seribu bulan. Artinya ketika kita mengamalkan suatu amalan shalih pada 1 (malam) lailatul qadar, maka amalan kita tersebut lebih baik nilai dan pahalanya di sisi Allah Ta’ala daripada amalan yang dikerjakan selama 1000 bulan (atau setara 83 tahun lebih 4 bulan) pada hari-hari biasa.

Bahkan nabi kita muhammad saw akan lebih banyak melakukan ibadah kepada Allah SWT apabila sudah memasuki 10 malam terakhir dibulan ramadhan ini seperti dalam hadist:

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Al-Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)

N abi juga menyarankan untuk mencari malam lailatul qadar ini yang biasanya ada malam ganjil pada 10 malam terkhir dibulan suci tersebut. sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari no. 2017)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak terlalu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Baihaqi, shahih). Allah SWT merahasiakan malam lailatul qadar tersebut adalah agar umat muslim akan lebih giat beribadah untuk mencari malam lailatul qadar yang nilainya lebih baik daripada malam seribu bulan.  Berikut adalah ibadah yang bisa kita lakukan atau amalkan untuk mengisi malam-malam tersebut:

  • I’tikaf dianjurkan setiap waktu, tetapi lebih ditekankan ketika masuk bulan Ramadhan. Dahulu Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melakukan i’tikaf di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan sebagaimana hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,

أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

Baca Juga  B2PJN Jamin Tidak Ada Jalan Poros Yang Berlubang

“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ber-i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri beliau ber-i’tikaf setelah itu.” (HR. Al-Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan melakukan ketaatan kepada Allah. Yang artinya kita berserah diri hanya mengabdikan diri kita hanya untuk Allah dan melakukan ibadah seoperti membaca laquran, banyak beristighfar, berdzikir, berdoa dan bertaubat.

  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berdiri (untuk mengerjakan shalat) pada lailatul qadr karena keimanan dan hal mengharap pahala, akan diampuni untuknya segala dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari no. 1901)

Sholat malam sangat dianjurkan pada malam suci dibulan ramadhan apalagi pada 10 malam terakhirnya untuk mencari malam lailatul qadar dan beribadah memohon ampunan kepada Allah SWT.

  • Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyetorkan bacaan Alquran kepada Jibril ketika Ramadhan, sebagaimana hadits dari Fathimah radhiyallahu ‘anha,

أنّ جبريل عليه السلام كان يعارضه القرآن كل عام مرةً وأنّه عارضه في عام وفاته مرتين

Sesungguhnya Jibril ‘alaihis salam biasanya menyetorkan Alquran dengan Rasulullah sekali dalam setiap tahun. Akan tetapi, ia menyetorkan Alquran dua kali di tahun wafatnya Rasulullah.’ (HR. Muslim no. 2450)

Baca Juga  PT. Serkolinas Aman Nusantara Kini Hadir Di Kota Parepare

Mengkhatamkan alquran dibulan ramadhan sangatlah disarankan karena dibulan ini adalah bulan turunnya kitab Allah dari lauhul mahfudz, jadi pahala yang kita dapatkan akan lebih belrlipat ganda daripada hari lain selain bulan ramadhan.

  • Biasanya amalan yang dianjurka pada bulan yng penuh berkah ini selain sholat, berdoa serta beristighfar dan bertaubat kepada Allah SWT adalah beramal atau bersedah. Karena nabi kita Muhammad saw juga lebih banyak bersedekah apabila memasuki bulan suci ini, seperti terdapat dalam hadist:

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata,

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ النَّاسِ بِالْخَيْرِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُوْنُ فِيْ شَهْرِ رَمَضَانَ، إِنَّ جِبْرِيْلَ َعَلْيْهِ السَّلَام ُكَانَ يَلْقَاهُ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ فِيْ رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخُ فَيعْرضُ عَلَيْهِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ، فَإِذَا لَقِيْهِ جِبْرِيْلُ كَانَ رَسُوْلُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيْحِ الْمُرْسَلَةِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan manusia paling dermawan dengan kebaikan dan beliau lebih dermawan lagi ketika bulan Ramadhan. Sesungguhnya Jibril menemui beliau setiap tahun di bulan Ramadhan hingga berlalulah bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyetorkan bacaan Alquran kepada Jibril. Apabila beliau berjumpa dengan Jibril, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan dengan kebajikan melebihi angin yang berhembus.” (HR. Al-Bukhari no. 3220)

Sebagai umat muslim yang beriman kepada Allah SWT hendaknya kita bisa mempergunakan waktu sebaik-baiknya untuk beribadah pada bulan suci ini. Karena belum tentu tahun depan kita akan bertemu dengan bulan ramadhan lagi yang penuh ampunan. Jangan sampai kita sia-siakan waktu yang kita miliki untuk menuruti hawa nafsu dan lebih mementingkan pekerjaan untuk mempersiapkan lebaran dengan sibuk berbelanja ke mall atau memasak dan membuat kue, sedangkan waktu ibadah sholat tarawih, itikaf dimasjid atau membaca alquran kita lupakan dan kita lewatkan segitu saja.