Makan 100% Gratis! 3 Warung Makan Ini Dibuka Bukan Buat Bisnis

Makan 100% Gratis! 3 Warung Makan Ini Dibuka Bukan Buat Bisnis

Usaha kuliner di Indonesia makin berkembang saja. Di mana-mana, pemilik pasti memutar otak agar rumah makannya laris dan mendapatkan banyak untung. Yah, namanya juga bisnis, siapa sih yang nggak mau punya untung? Tapi ternyata, di dunia ini masih ada orang yang membuka warung tanpa berharap mendapat untung.

Lho? Kok nggak masuk akal? Memang nggak realistis, sih. Tapi memang demikian kenyataannya. Ada warung yang dibuka khusus untuk bersedekah. Sang pemilik sama sekali nggak meminta bayaran apapun untuk setiap pelanggan yang datang.

Warung di Klaten bagi 100 porsi mie ayam gratis Senin sampai Sabtu

Namanya warung mie ayam ‘Shodaqoh’. Sesuai namanya, warung tersebut dibuka tanpa niat cari untung. Beroperasi setiap Senin sampai Sabtu dan buka pada jam 10.00 sampai 13.00 WIB. Menurut pekerja di warung tersebut, tiap harinya mereka menghabiskan 7,5 kg mie dan 5 kg daging ayam. Tiap warga yang ingin mendapatkan mie cukup mengambil nomor antrian. Menurut si pemilik, Dian dan suaminya Heru Tri Pamungkas, mereka tidak pernah memungut biaya apapun untuk mie dan minuman yang disediakan, karena niatnya memang hanya untuk sedekah. Sebelum membuka warung tersebut, sejatinya mereka sudah gemar bersedekah dan membagi-bagikan nasi bungkus hampir setiap hari.

Warung Sedekah Yogyakarta gratis dan khusus fakir miskin

Satu lagi warung yang nggak kalah inspiratif. Sebuah warung sederhana di Jalan Kedongkuning tiap harinya ramai dikunjungi  tunawisma. Warung tersebut hanya dibuka di hari Jum’at pada pukul 11.00 hingga 13.00 WIB. Berbeda dengan warung mie ayam di Klaten yang membebaskan pengunjungnya dari semua kalangan, pemilik warung Sedekah di Yogyakarta ini menuliskan bahwa warungnya dikhususkan untuk kalangan bawah saja. Pengunjung pun rupanya cukup paham dengan keterangan tersebut, sehingga tiap harinya yang datang hanya kalangan pemulung, tunawisma dan penarik becak. Kehadiran rumah makan yang digagas oleh Yuniana Oktaviani tersebut jadi berkah tersendiri bagi para pelanggannya.

Warung ‘Ridho Allah’ sediakan 200 prosi tiap hari

Belly Rahmawati jadi bukti bahwa di dunia ini masih begitu banyak orang yang memiliki hati mulia. Dengan keikhlasan, ia mendirikan warung sederhana di Jalan Teuku Umar, Bandar Lampung. Warung tersebut mulai dibuka pukul 10.00 pagi hingga selesai. Di warung tersebut, Belly menuliskan keterangan jika makan dikhususkan bagi fakir miskin, kaum duafa, petugas kebersihan, tukang parkir, supir, pemulung, pengemis dan orang-orang yang merasa membutuhkan.  Sesuai namanya, sejak pertama kali buka Belly sama sekali tidak meminta para pelanggannya untuk membayar, karena ia lebih membutuhkan ridho yang Maha Kuasa. Menurut Belly, dana warung tersebut berasal dari patungan dengan teman-temannya dan juga penyumbang misterius. Warung tersebut juga berfungsi sebagai penyalur

Itulah tiga warung makan gratis yang ada di Indonesia. Semoga beberapa tempat makan tersebut jadi inspirasi bagi kita untuk lebih peduli dengan sesama. Dan semoga saja keberadaannya tidak sampai disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak benar-benar membutuhkan.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0