Derby Manchester: Manchester Itu Biru!

by

iheanacho-72

Wartanusa.com – Manchester City akhirnya keluar sebagai pemenang dalam laga “Derby of Manchester”  edisi 172, dalam lanjutan Liga Primer Ingris pekan ke-4 yang di gelar di Stadion Old Trafford, kandang klub Manchester United (MU), Sabtu malam (10/9/2016).

Dalam Laga panas ini, The Citizen menag tipis 1-2 atas The Red Devils melalui gol yang dicetak oleh Kevin de Bruyne di menit ke-15’ dan Kelechi Iheanacho di menit ke-36’, sedangkan gol balasan The Red Devil dicetak oleh Zlatan Ibrahimovic di menit ke-42.

Sejak kick off babak pertama di mainkan, Manchester City langsung menguasai jalannya pertandingan. Mereka tidak langsung menggebrak, tapi dengan sabar mencari celah-celah kosong di pos-pos yang ditinggali oleh pemain MU. Situs Livescore.com mencatat, Statistik penguasaan bola di sepuluh menit awal. The Citizen bahkan menguasai 76% penguasaan bola dibanding tuan rumah, Manchester United dengan 24% penguasaan bola.

Formasi tiki-taka yang biasa di jalankan Pep Guardiola, pada pertandingan kemarin tidak terlihat. Manchester City hanya memainkan kolektivitas antar pemain, dengan David Silva sebagai playmaker tungal serta didukung oleh Fernandinho sebagai gelandang bertahan serta pengatur suplai bola dari lini pertahanan ke lini tengah dan Kevin de Bruyne di plot sebagai Second Striker (meski posisi aslinya gelandang serang/sayap kanan). Sedangkan untuk lini depan, pep memasang tiga penyerang sekaligus, yaitu Nolito, Kelechi Iheanach dan Raheem Sterling.

Baca Juga  Diganggu Makhluk Halus, Silahkan Ke Masjid Al-Ikhlas Lumpue

Akhirnya strategi pep membuahkan hasil di menit ke-15, setelah Kevin de Bruyne lepas dari penjagaan para pemain belakang MU yang lebih fokus menjaga tiga penyerang City setelah mendapat umpan dari Iheanacho. Skor 0-1 untuk keunggulan The Citizen.

Kelechi Iheanacho (tengah) pencetak gol pertama Manchester City. tampak diapit oleh Antonio Valencia (kanan) dan Eric Bailly (kiri). (10/9/2016)
Kelechi Iheanacho (tengah) pencetak gol pertama Manchester City. tampak diapit oleh Antonio Valencia (kanan) dan Eric Bailly (kiri). (10/9/2016)

Tertinggal satu gol, membuat para pemain MU sedikit panik. Strategi Jose Mourinho dengan strategi Direct Football nya tidak mampu menembus pertahanan City. Ini tidak lain karena kesalahan Mourinho yang menempatkan penyerang tunggal (Ibrahimovic) sebagai target man, serta lebih mengoperasikan Wayne Rooney sebagai pengatur serangan ketimbang Juan Mata yang biasanya di plot sebagai playmaker (padahal posisi Rooney adalah Striker bukan playmaker). Serta memasang Henrikh Mkhitaryan sebagai gelandang serang (seperti kita ketahui, Mkhitaryan belum fit 100% dari cedera yang ia dapat usai membela negaranya di kualifikasi Piala Dunia pada 4 september lalu). Lalu memainkan Jese Lingard sejak menit awal dari pada Anthony Martial yang dibangku cadangkan.

Strategi direct  football bisa berhasil apabila ditunjang dua penyerang atau lebih, serta arus suplai bola tidak hanya dari satu orang saja melainkan seluruh lini harus bisa menyuplai bola ke-depan (ke posisi pemain yang kosong tidak terkawal). Serta jika kehilangan bola, pemain belakang harus siap meredam di lini tengah (menjadi posisi gelandang bertahan) agar memberikan kesempatan kepada para pemain untuk turun membantu pertahanan.

Baca Juga  Hasil Liga Inggris: Manchester City Perfecto, Arsenal & Everton No Problemo!
Aksi Kevin de Bruyne (tengah) saat mencetak gol ke gawang David de Gea (kanan). (10/9/2016)
Aksi Kevin de Bruyne (tengah) saat mencetak gol ke gawang David de Gea (kanan). (10/9/2016)

Keberhasilan strategi pep yang melihat celah-celah para pemain MU, berhasil di eksploitasi. Tepatnya di menit 36’, Iheanacho membuat City unggul 0-2. Namun tiga menit sebelum wasit Mark Clattenburg meniup peluit babak pertama usai, Ibrahimvic berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 1-2.

Zlatan Ibrahimovic (tengah) berusaha melewati pemain John Stones (kanan). IA pencetak satu-satunya gol Manchester United. (10/9/2016).
Zlatan Ibrahimovic (tengah) berusaha melewati pemain John Stones (kanan). IA pencetak satu-satunya gol Manchester United. (10/9/2016).

Di babak ke-dua, Manchester United langsung melakukan pergantian strategi dan pemain. Mkhitaryan diganti Ander Herera dan Lingard diganti Marcus Rashford. Namun lagi-lagi karena kurang tenangnya para pemain MU dalam menata pola serangan, yang akhinya mereka sering melakukan kesalahan-kesalahan sendiri yang tidak perlu. Seperti terlalu individu, sehingga lupa mengumpan ke rekan yang bebas. Salah passing, kurang percaya diri serta kurang tenang nya lini depan dalam mengkonversi peluang. Hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan, skor tidak berubah 1-2 untuk keunggulan The Citizen.

STATISTIK PERTANDINGAN

Manchester United vs Manchester City

3                 Tendangan Tepat Sasaran        6

8           Tendangan Tidak Tepat Sasaran    8

40                   Penguasaan Bola (%)            60

4                       Tendangan Pojok                 4

Baca Juga  Owen Coyle Akui Manchester United Tim Terbesar di Eropa Sebelum Laga Lanjutan Piala FA 2017

3                                offside                            3

15                        Pelanggaran                        9

4                          Kartu Kuning                      2

O                         Kartu Merah                       O

SUSUNAN PEMAIN:

Manchester United: David De Gea (gk), Antonio Valencia, Eric Bertrand Bailly, Daley Blind, Luke Shaw (Anthony Martial 81’), Marouane Fellaini, Paul Pogba, Henrik Mkhitaryan (Ander Herera 46’), Wayne Rooney, Jesse Lingard (Marcus Rashford 46’), Zlatan Ibrahimovic (Pelatih: Jose Mourinho).

Manchester City: Claudio Bravo (gk), Bacary Sagna, John Stones, Nicolas Otamendi, Alexandar Kolarov, Kevin de Bruyne (Pablo Zabaleta 90’), Fernandinho, David Silva, Nolito, Raheem Sterling (Leroy Sane 60’), Kelechi Iheanacho (Fernando 53’). (Pelatih: Joseph Guardiola).

About Author: Heppy

Gravatar Image
Heppy Kurniawan penulis berita olahraga terutama sepakbola, beliau juga tidak asing dengan berita-berita politik tentunya.