Aktivis Ini Numpang Mandi di PDAM, Kantor Gubsu dan DPRDSU Karena Tarif Air Naik

by
numpang mandi di kantor gubsu

numpang mandi di kantor gubsu

Medan – Seorang aktivis di Medan Utara Saharudin melakukan aksi tunggal menumpang mandi ke kantor PDAM Tirtanadi Jalan SM Raja Medan pada hari senin (24/7/2017). Dengan mengenakan kaos putih dan celana kolor merah dan membawa ember dan gayung serta sikat gigi, sharudin tiba di kantor PDAM Tirtanadi pada pukul 10.00WIB.

“Saya datang untuk menumpang mandi di kamar mandi direksi. Aksi ini sebagai bentuk penolakan kenaikan tarif air namun pelayanan masih mengecewakan,” kata Saharuddin.

Namun aksi tersebut dapat penolakan dari sekretaris Perusahaan Jumirin. Dia menyarankan kepada Saharuddin untuk mandi di Musolha. Namun Sharuddin menolak “ saya ingin merasakan air gratis di kamar mandi direksi Pdam. Maka saya menolak mandi di kamar mandi musola” ungkapnya.

Karena tak diizinkan mandi di kamar mandi direksi, Saharuddin langsung menuju kantor Gubernur Sumut. Dikantor itu Saharudin lansung menuju lift lantai dasar, dia bermaksud untuk langsung mandi di kamar mandi ruangan Gubsu, namun saat di lift dia ( saharuddin ) titangkap Satpol PP dan lansung menggiringnya ke kantor Satpol PP.

Baca Juga  FPK Rohul Riau Bentuk Satgas Pencegahan Narkoba

“Semua harus sesuai prosedur. Surat pemberitahuab aksi tidak sampai ke kami,” kata Yulian Siregar Kabid Ops Satpol PP.

Menjawab itu, Saharuddin mengatakan surat pemberitahuan aksi sudah disampaikan ke Sat Intel Polrestabes Medan pada Jumat (21/7/2017).

“Bukan salah saya jika pemberitahuan itu tidak sampai ke sini. Saya cuma mau menumpang mandi di kantor milik rakyat. Kalau tak dikasih izin saya keluar,” terangnya.

Karena tidak di izinkan juga maka Saharudin pun bergerak menuju Gedung DPRD Sumut.Di gedung wakil rakyat, Saharuddin diterima Ketua Komisi C DPRD Sumut Ebenezer Sitorus.

Kepada Ebenezer, Saharuddin mengatakan aksi itu sebagai bentuk protes atas kebijakan kenaikan tarif air yang dianggap sepihak.

“Ini adalah protes sosial. Kenaikan tarif air kami nilai mengangkangi prosedur. Kami mendukung gugatan yang dilayangkan Anggota Komisi C DPRD Sumut Muchrid Coky ke PTUN soal kenaikan tarif tersebut,” kata Saharuddin.

Menyikapi hal itu, Ebenezer mengatakan pihaknya sudah menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan kenaikan tarif tersebut.

“Dari konsultasi yang kami lakukan beberapa waktu lalu, terindikasi kenaikan itu menyalahi prosedur. Kami sudah menyurati Gubsu. Tinggal menunggu eksekusinya di pihak eksekutif,” kata Ebenezer.

Baca Juga  SWURF Band Bicara Dengan “Imajinasi”

Setelah berdialog, Saharuddin akhirnya diperbolehkan mandi di ruang Komisi C DPRD Sumut. “Saya mandi dululah, udah bau badan saya dari pagi belum mandi,” kata Saharuddin.

Seperti di ketahui sebelumnya bahwa PDAM Tirtanadi selaku perusahaan daerah pengelola air minum melakukan penyesuaian tarif air mulai pemakaian April (pembayaran Mei) ini.

Hal ini dijelaskan oleh Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo yang diwakili oleh Direktur Air Limbah Heri Batangari, pada kegiatan sosialisasi penyesuaian tarif air bertajuk Sambung Rasa PDAM Tirtanadinadi di Kecamatan Medan Area, Senin (10/4/2017).

Adapun penyesuaian tarif dilakukan melalui tahapan dan pertimbangan serta merujuk ketentuan Permendagri No.71 Tahun 2016; Ayat 2, Pasal 1 Ayat 10, Pasal 3 Ayat 1 huruf a serta Pasal 22 dan 25 yang disesuaikan dengan tingkat inflasi, kenaikan UMK dan TDL.

“Jadi, tarif baru ini masih jauh lebih murah dari 1 liter air kemasan. Bahkan dibanding kota lainnya seperti Malang, Bandung, Palembang ataupun Banjarmasin,” jelas Heri Batangari.

Bantuan pemerintah melalui penyertaan modal Rp73 miliar ditambah tarif baru ini, lanjutnya, akan digunakan untuk menyelesaikan uprating di 5 lokasi yang menelan biaya Rp320 miliar dengan total 1.380 liter/detik.

Baca Juga  Penjelasan BNN dan BPOM Mengenai Pil PCC yang Menewaskan Seorang Murid SD di Kendari

Dengan demikian keluhan masyarakat terkait air mati dapat diminimalisir. Pihaknya juga akan memberi sanksi tegas terhadap pegawai di lapangan yang merugikan pelanggan.

Hal itu disampaikan untuk menanggapi keluhan akan pembayaran air yang melompat-lompat, sulitnya mendapat air PDAM Tirtanadi tanpa bantuan pompa dan keberadaan pipa di gorong-gorong.

Heri Batangari juga berjanji menurunkan tim laboratorium untuk memeriksa kualitas air di rumah pelanggan.