5 C
Alba Iulia
Thursday, October 17, 2019

Komnas Perlindungan Anak : Putusan Bebas PN Siantar Terhadap Terdakwa Pembunuh Balita MS Mencederai Harkat Martabat Anak

Must Read

BAMUS Betawi Meminta Pergub/Ingub Tentang Budaya Betawi Kembali Diaktifkan

Jakarta, Wartanusa.id - Relawan Anies Rasyid Baswedan mengadakan acara Syukuran 2 Tahun tema "Kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid...

Kabid Humas Polda Jabar : Dengan Beriman Dan Bertaqwa Kepada Allah SWT Akan Menyelamatkan Kita

Bandung, Wartanusa.id - Bertempat di Masjid Al-Amman Polda Jabar Jalan Soekarno-Hatta 748 Bandung, Kamis (17/10/2019) telah berlangsung kegiatan pembinaan...

Geuchik Gp. Matang Setui, Demi menjaga Marwah Kota Langsa Ikhlas Meninggalkan Kepentingan Pribadinya

Kota Langsa, Wartanusa.id - Event Gampong Fair I 2019 dalam rangka Milad Ke-18 Kota Langsa akan segera di gelar,...

Wartanusa.id – Jakarta 15 Desember 2017 Komnas Anak : Untuk ketiga kali dalam kurun waktu enam bulan terakhir ini, Majelis Hakim PN Siantar memvonis bebas para predator kejahatan dan pelaku kejahatan terhadap anak. 2 kasus kejahatan seksual dinyatakan bebas dari segala tuduhan walaupun para penyidik dan Jaksa Penuntut Umum bekerja ketas serta berkeyakinan secara hukum bahwa dua tersangka yang diajukan ke Pengadilan Negeri Siantar pantas mendapat hukuman maksimal sesuai dengan ketentuan UU Perlindungan Anak dan satu lagi kasus perampasan hak hidup anak balita secara paksa terhadap MJS (3,5) secara sadis warga Pematang Siantar. Patut menjadi pertanyaan kita semua ada apa dengan putusan bebas atas kasus kejahatan dan penganiayaan anak ini ? Putusan Bebas PN Siantar terhadap 3 kasus kejahatan terhafap anak telah merampas kemerdekaan dan harkat marbat anak, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak menjawab beberapa pertanyaan wartawan di Siantar melalui telepon dan WA.

MJS 3,5 tahun anak tunggal dari pasangan bapak bermarga Sinaga dan ibu Maria boru Simanjuntak, warga Jln. Dalil Tani, Gang Rebung, Kelurahan Tomuan Kota Siantar tewas ditangan MTS (52) sahabat dari pengasuh MJS secara sadis dan tidak berprikemanusiaan.

Hasil penyidikan Polri dari Polres Siantar yang dipimpin Aiptu Marlon Siagian menemukan fakta bahwa tersangka memukul korban dengan sekuat tenaga dibagian samping korban, lalu dipukul dibagian belakang hingga korban terbentur ditiang broti kamar, setelah korban terjatuh lalu MTS bukan berhenti menyiksanya namun justru mengulang perbuatannya dengan cara menginjak bagian punggung korban hingga patah. Setelah diinjak, lalu MTS dengan tenangnya meninggalkan korban MJS dirumah lalu mengunci pintu rumah korban, kemudian menyerahkan kunci kepada ibu pengasuh MJS sebelum meninggalkan rumah korban Senin 23 Maret 2027 pukul 22 malam.. Fakta ini dikuatkan dengan hasil rekonstruksi yang dilakukan penyidik dengan MTS dan dikuatkan pula dengan hasil Visum yang dikeluarkan Rumah Sakit yang menyatakan bahwa MJS meninggal dunia akibat benturan benda tumpul dibagian kepala.

Peristiwa ini berawal ketika MTS Senin 23 Maret 2017 bertandang ke rumah ibu pengasuh lalu bertemu dengan MJS dan mengajak korban bercanda namun ditolak oleh MJS karena korban seringkali merasa mendapat cubitan ketika korban bercanda dengan MTS..Atas penolakan itulah membuat MTS tersinggung dan marah kemudian menampar, menendang serta menginjak korban secara membabi buta hingga korban tewas.

Atas perbuatan MTS oleh ANNA LUSIANA selaku JPU Kejari Siantar dituntut dengan padal 80 ayat (3) UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara namun FITRA DEWI yang bertindak sebagai hakim yang memeriksa perkara penganiayaan dan pembunuhan MJS ini justru memvonis bebas MTS dari segala tuduhan membuat semua pengunjung sidang histeris dan tidak yakin atas putusan bebas yang dibacakan Hakim Fitra Dewi.

Atas putusan bebas ini Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga pelaksana tugas dan fungsi keorganisasian dari Perkumpulan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pusat yang memberikan pembelaan dan perlindungan Anak di Indonesia, demi keadilan bagi korban dan keluarganya serta sebagai upaya penegakan hukum terhadap pelanggaran-pelanggaran hak anak mendukung penuh upaya Jaksa Penuntut Umum untuk segera melakukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Arist putra Siantar ini, menyampaikan jika putusan kasasi MA menguatkan putusan PN Siantar, Komnas Perlindungan Anak dengan sebutan lain KOMNAS ANAK mendesak penyidik Polri dalam hal ini Polres Siantar untuk menemukan pelaku penganiayaan dan pembunuhan MJS si Bayi malang ini.

Demi penegakan dan pemenuhan perlindungan anak di Siantar Komnas Anak segera bertulis surat untuk melaporkan dan mendesak Ketua MA untuk melakukan evaluasi terhadap hakim-hakim PN Siantar selaku pekerja hukum yang seringkali melakukan putusan bebas terhadap para penjahat dan predator anak dan yang tidak sensitif dengan hak-hak anak dan putusannya.

Putusan bebas atas perkara-perkara kejahatan terhadap anak dengan alasan TIDAK ADA SAKSI YANG MELIHAT seringkali menjadi alasan utama para hakim di PN Siantar memutus BEBAS membuat gerakan pememuhan dan perlindungan anak di Siantar dan Simalungun menjadi terhambat. Ini menunjukkan bahwa Siantar Simalungun terbukti wilayah darurat kekejahatan terhadap ana dan tak lauak bagi anakk. Parameternya adalah putusan hukum bebas terhadap pelaku kejahatan terhadap anak yang tidak sensitif pada anak dan tidak berkeadilan salah satu bukti bahwa Siantar Simalungun, sekali lagi tidak bersahabat untuk anak.

Selaku putra Siantar akan terus dan tidak kenal lelah mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan anak di Siantar dan Simalungun dan anak di Indonesia untuk melawan para predator kejahatan terhadap anak.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

BAMUS Betawi Meminta Pergub/Ingub Tentang Budaya Betawi Kembali Diaktifkan

Jakarta, Wartanusa.id - Relawan Anies Rasyid Baswedan mengadakan acara Syukuran 2 Tahun tema "Kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid...

Kabid Humas Polda Jabar : Dengan Beriman Dan Bertaqwa Kepada Allah SWT Akan Menyelamatkan Kita

Bandung, Wartanusa.id - Bertempat di Masjid Al-Amman Polda Jabar Jalan Soekarno-Hatta 748 Bandung, Kamis (17/10/2019) telah berlangsung kegiatan pembinaan rohani dan mental agama Islam....

Geuchik Gp. Matang Setui, Demi menjaga Marwah Kota Langsa Ikhlas Meninggalkan Kepentingan Pribadinya

Kota Langsa, Wartanusa.id - Event Gampong Fair I 2019 dalam rangka Milad Ke-18 Kota Langsa akan segera di gelar, Kamis, 17 Oktober 2019, bertempat...

Ketua DAN Prof. DR. H.E. Irwanur Latubual, MM.MH.PH.D., Ikuti Prosesi Pelantikan 2500 Anggota PADAN dan Pengukuhan 1870 PADAN

Kab, Pulau Buru, Wartanusa.id - Raja Pulau Buru Ke XXI" PYMM, Prof. DR. H. E. Irwannur Latubual, MM.MH.Ph.D" sebagai Ketua Lembaga Negara Perintis Kemerdekaan...

Jadilah Guru Profesional Era Digital yang Dirindukan Siswa

Bandung, Wartanusa.id - Upaya meningkatan kualitas, mutu dan profesionalisme guru dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 ini mesti memiliki empat kompetensi; kompetitif, kreatif, kolaboratif...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -