25 C
Jakarta
Wednesday, October 16, 2019

Berikut Fakta-Fakta Keponakan Ashanty, Paska Video Mesumnya Beredar Millendaru Kunjungi Kelab LGBT

Headline

Polres Sumedang Polda Jabar Adakan Aksi Simpatik Dalam Rangka Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas di Kampus Unpad Jatinangor

KAB. SUMEDANG, Wartanusa.id - Selasa (15/10/2019) siang, bertempat di Gerbang Lama Universitas Pajajaran (Unpad) Kec. Jatinangor Kab. Sumedang telah...

Kegiatan Pembinaan Dan Sosialisasi Audit Serta Inpeksi Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jabar

Bandung, Wartanusa.id - Selasa (15/10/2019) telah dilaksanakan pembinaan dan sosialisasi audit dan Inspeksi Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jabar kepada...

Polres Ciamis Polda Jabar Bekuk Tersangka Korban Tindak pidana Pencurian Dan kekerasan

Ciamis, Wartanusa.id - Selasa 15/10/2019  kapolres Ciamis Polda Jabar AKBP Bismo Teguh Prakoso, S.H., S.I.K., M.H. didampingi oleh Kasat...
- Advertisement -

Jakarta – Paska beredarnya video syur yang menghebohkan Millendaru kembali eksis. Kali ini Millen kedapatan tengah asik berkumpul bersama teman-temannya di sebuah kelab yang diduga khusus untuk para LGBT di Bali.

Tak hanya itu Millen pun kedapatan berpesta bersama teman-temannya. Salah satunya adalah mantan manajer Julia Perez, Markoneng.

Alih-alih kembali menjadi pria sejati keponakan Ashanty tersebut justru menikmati kehidupannya saat ini tanpa beban. Padahal setelah video mesumnya mencuat kepermukaan publik, Millen sempat merasa malu dan depresi. Ia pun berjanji akan berubah, tetapi pada kenyataannya Millen tetap berdandan layaknya wanita.

Berikut fakta-fakta mengenai Millendaru yang semakin dikenal luas setelah video oral seksnya menjadi buah bibir di kalangan netizen Indonesia.

Merasa Dirinya Wanita

Menurut penuturan Millen pada sang tante Ashanty, sejak kecil dirinya sudah merasa berbeda dan perbedaan itu semakin lama terlihat dari kepribadian dan kebiasaan yang dilakukannya.

“Karena dari kecil dia merasakan perbedaan. Dia selalu bilang ‘Aku ada di tubuh yang salah’,” kata Ashanty.

Ashanty pun mengatakan bahwa memang ada kasus seperti Millen terjadi, tetapi ia masih tidak bias menerima. “Genetik, satu. Which is itu memang banyak atau yang kedua memang lingkungan. Jadi kepengaruh. Yang kedua aku nggak bisa nerima sama sekali karena itu bisa balik. Sebenarnya kamu hanya kepengaruh karena lingkungan.”

Lebih Suka Make Up Ketimbang Mainan Anak Lelaki

Normalnya anak lelaki menyukai permainan seperti sepak bola, robot-robotan atau hal-hal yang macho lainnya. Namun Millen justru lebih tertarik dengan alat make up.

“Dari kecil, Millen ini sudah berbeda. Artinya punya hobi nyanyi, hobi lukis. Kalau kita lagi make up dia lihatin gitu. Dari TK, SD anak ini kok lihatin terus kalau aku lagi make up atau apa,” terang Ashanty.

Meski hobi menyanyi Millen terlihat biasa saja, tetapi insting Ashanty mengatakan bahwa Millen memang berbeda. Tak seperti anak lelaki kebanyakan.

“Mungkin kalau anak SD nyanyi lucuya. Terus orang tuanya pernah bilang kalau Millen jago nyanyi. Tapi aku yang lihat tanda-tanda ini.Waduh jangan sampai gimana-gimana gitu. Aku mikir gitu. Aku lihat yang ‘lain’ di anak ini,” ungkapnya.

Didikan Millen Keras Sejak Kecil Hingga Kelainan Orientasi

Ashanty mengakui bahwa keponakannya itu memang dibesarkan dengan didikan yang keras dan tegas.Tak heran bila Millen menjadi pribadi yang cenderung tertutup.

“Waktu SMP dianggap berani curhat sama siapa pun apalagi orang tua karena bapaknya keras banget. Aku tahu banget. Akhirnya dia mencurahkan isi hatinya ke aku. ‘Tante kok aku nggak suka sama perempuanya? Aku dari kecil ngerasa gini gini. Aku kalau lihat laki-laki tuh bergairah gitu, tapi kalau lihat perempuan tuh nggak,” cerita Ashanty.

Ketakutan Ashanty terbukti. Maklum saja selama ini dia hidup diruang lingkup pekerja seni dan tak dapat ditutupi bahwa hal-hal seperti itu sudah biasa di dunia entertainment.

“Karena aku juga punya teman kayak begitu aku mikir ini nggak boleh diterusin. Kamu harus coba gimana caranya lawan itu semua, tapi balik lagi aku nggak mau terlalu keras waktu itu karena nggak ada orang yang percaya dia. Jadi aku harus berusaha agar dia nggak salah langkah. Aku nggak mau dia ngobrol sama teman kemudian salah langkah atau merasa di keluarga yang tidak mau mengerti,” ungkap Ashanty.

Menolak Terapi

Ashanty pernah mengajak Millen untuk terapi, tapi ditolak dan malah Millen memilih untuk meninggalkan istri Anang tersebut. “Aku tanya apa mau terapi apa mau gimana. Dia nggak mau.” Ujarnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Polres Sumedang Polda Jabar Adakan Aksi Simpatik Dalam Rangka Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas di Kampus Unpad Jatinangor

KAB. SUMEDANG, Wartanusa.id - Selasa (15/10/2019) siang, bertempat di Gerbang Lama Universitas Pajajaran (Unpad) Kec. Jatinangor Kab. Sumedang telah...

Kegiatan Pembinaan Dan Sosialisasi Audit Serta Inpeksi Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jabar

Bandung, Wartanusa.id - Selasa (15/10/2019) telah dilaksanakan pembinaan dan sosialisasi audit dan Inspeksi Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jabar kepada Tim Andalalin Kota/Kab jajaran Polda...

Polres Ciamis Polda Jabar Bekuk Tersangka Korban Tindak pidana Pencurian Dan kekerasan

Ciamis, Wartanusa.id - Selasa 15/10/2019  kapolres Ciamis Polda Jabar AKBP Bismo Teguh Prakoso, S.H., S.I.K., M.H. didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Riski Akbar, S.I.K.,...

Personil Polri Dan Alim Ulama Melakukan Itifikaf Juga Pesantren Kilat Di Masjid Al- Amman Polda Jabar

Bandung, wartanusa.id - Selasa 15/10/2019. pada hari Jumat sampai dengan minggu 11-13-2019, di Masjid Al Amman Mapolda Jabar telah dilaksanakan kegiatan Pesantren kilat dan...

Danrem 071/Wijayakusuma Tinjau Pelaksanaan pemeriksaan awal Calon Tamtama PK TNI AD

Banyumas – Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., meninjau penyelenggaraan pemeriksaan awal calon Tamtama PK Gelombang II, Selasa (15/10/2019) di...
- Advertisement -

Berita Lainnya

- Advertisement -