Sentimen Barat, KPop dan Drama Korea Dibatasi di Tiongkok

Sentimen Barat, KPop dan Drama Korea Dibatasi di Tiongkok

Wartanusa.id – Tiongkok memberlakukan pembatasan konten hiburan yang berasal dari Korea Selatan yang mana mengakibatkan pembatalan sejumlah konser

drama korea mulai dibatasi di tiongkok ~ viva.co.id

Wartanusa.id – Tiongkok memberlakukan pembatasan konten hiburan yang berasal dari Korea Selatan yang mana mengakibatkan pembatalan sejumlah konser live boyband dan girlband asal negeri ginseng tersebut. Tak hanya itu, nama acara yang berasal dari Korea pun juga turut dirubah dan juga mengalami pembatasan. Hal ini membuat konten asal Jepang lebih leluasa membanjiri publik Tiongkok.

Drama Korea dan juga tak ketinggalan musik Kpop sangat digandrungi oleh masyarakat Tiongkok. Beberapa acara variety show yang berasal dari Korea Selatan juga turut diadaptasi. Beberapa variety show diantaranya I Am Singer dan Infinity Show juga kabarnya akan mengalami perubahan judul namun belum dapat dipastikan apakah format acara akan ikut berubah atau tidak.

Beberapa artis asal Korea Selatan yang rencananya akan menggelar konser di Tiongkok juga mengalami pembatalan seperti pianis Paik Kun Woo dan penyanyi soprano Jo Sumi. Keduanya tidak mendapatkan visa masuk Tiongkok untuk tur konser mereka selanjutnya di Tiongkok.

Dilansir dair China Film Insider, pembatasan konten hiburan dari Korea Selatan ini dikabarkan akibat imbas dari militer Amerika Serikat yang membangun sistem pertahanan rudal atau US terminal High Altitude Areas Defense (THAAD) di perbatasan antar Korea Utara dan Korea Selatan. Korea Selatan menilai sikap militer Amerika tersebut semata mata untuk membangun benteng dari serangan Korea Utara bukan sebagai langkah anti Tiongkok.

Meskipun pembatasan tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap popularitas Konten hiburan asal Korea Selatan, di Tiongkok sendiri konten hiburan asal Jepang mulai memikat public Tiongkok terutama usia muda. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya film animasi Kim No Na Wa yang menjadi film asal Jepang yang berhasil meraup keuntungan tertinggi di Tiongkok pada akhir tahun 2016 lalu.

Meskipun sengketa sejarah dan wilayah antara Jepang dan Tiongkok belum menemukan titik terang, nyatanya Jepang menjadi salah satu destinasi wisata populer bagi wisatawan asal Tiongkok. Ini menunjukkan generasi muda Tiongkok tidak mempermasalahkan status Jepang yang notabene musuh Tiongkok dalam Perang Dunia II beberapa puluh tahun silam.

(as)

 

COMMENTS

close