Anggota Relawan Pengawasan Hutan Manggrove: Kadis DLH Tabur Benih Kerusuhan

Anggota Relawan Pengawasan Hutan Manggrove: Kadis DLH Tabur Benih Kerusuhan

Wartanusa.id Kota Langsa - Anggota Tim relawan pengawasan hutan mangrove Kota Langsa meminta Kadis DLH (Dinas Lingkungan Hidup) untuk segera menghen

Wartanusa.id Kota Langsa – Anggota Tim relawan pengawasan hutan mangrove Kota Langsa meminta Kadis DLH (Dinas Lingkungan Hidup) untuk segera menghentikan kegiatan pengambilan bibit mangrove dalam kawasan lindung gampong Simpang Lhee, jika hal itu terus berlanjut Tim Satgas tidak segan-segan untuk megambil tindakan.

Menurut mereka, Kadis Lingkungan Hidup Umar, SH diduga sengaja menabur benih kerusuhan antar sesama warga atau kelompok yang ada digampong Simpang Lhee.

Digampong Simpang Lhee , tambah Syahrul, ada Kelompok Mangrove dan juga ada Tim relawan pengawasan mangrove Kota Langsa yang telah di SK kan oleh Walikota Tgk. Usman Abdullah, SE.

Namun dalam hal ini tidak dilibatkan, mereka DLH mebuat kelompok sendiri yang patut diduga kelompok siluman yang muncul secara dadakan untuk memuluskan jalannya proyek pembibitan mangrove, demikian dikatakan Syahrul yang akrab disapa Juragan kepada Wartawan, Kamis(12/9).

Sementara itu masyarakat yang dimintai tanggapannya oleh Wartanusa.id terkait pengambilan bibit mangrove oleh pekerja yang merupakan warga gampong

setempat suruhan petugas DLH yang ditunjuk, mereka mengatakan, “seharusnya Kadis DLH terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak-pihak gampong terutama mereka Tim relawan pengawasan mangrove. “ya, setidak-tidaknya mereka ikut dilibatkan, mereka sudah susah payah mengawasi keselamatan mangrove dari penebangan liar, namun setelah ada hasil, orang lain yang mengambil keuntungan,” sesal warga yang tidak mau namanya ditulis.

Ditempat berbeda ketika dihubungi lewat solulernya Geuchik Gampong Simpang Lhee Ismail membenarkan kejadian tersebut, “benar, ada masalah yang jika dibiarkan akan terjadi keributan dan saya telah meminta kepada pelaksana kegiatan pembibitan mangrove yang ditunjuk DLH untuk melakukan kerja sama, namun tidak direspon,” sebut Geuchik Ismail lewat soluler.

Sementara Kadis DLH yang dihubungi melalui sambungan WhatsApp nya, yang bersangkutan tidak menjawab hingga berita ini naik tayang di meja redaksi.(JBI)

COMMENTS

close