25 C
Jakarta
Wednesday, October 16, 2019

Proyek Pengaspalan Jalan Tampu Gp Matang Cengai PPTK OTSUS PUPR Kota Langsa Layaknya Tuna Netra Berjalan Tanpa Tongkat

Headline

Polres Sumedang Polda Jabar Adakan Aksi Simpatik Dalam Rangka Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas di Kampus Unpad Jatinangor

KAB. SUMEDANG, Wartanusa.id - Selasa (15/10/2019) siang, bertempat di Gerbang Lama Universitas Pajajaran (Unpad) Kec. Jatinangor Kab. Sumedang telah...

Kegiatan Pembinaan Dan Sosialisasi Audit Serta Inpeksi Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jabar

Bandung, Wartanusa.id - Selasa (15/10/2019) telah dilaksanakan pembinaan dan sosialisasi audit dan Inspeksi Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jabar kepada...

Polres Ciamis Polda Jabar Bekuk Tersangka Korban Tindak pidana Pencurian Dan kekerasan

Ciamis, Wartanusa.id - Selasa 15/10/2019  kapolres Ciamis Polda Jabar AKBP Bismo Teguh Prakoso, S.H., S.I.K., M.H. didampingi oleh Kasat...
- Advertisement -

wartanusa.id Kota Langsa – Proyek Pengaspalan Jalan Tampu Gampong Matang Cengai Kecamatan Langsa Timur Kota Langsa terindikasi tak sesuai Gambar dan Rencana Anggaran Biaya ( RAB ).

Pasalnya paket Proyek Pengaspalan Jalan Tampu Gampong Matang Cengai, Nomor Kontrak:08/SPK/620/PUPR/DOKA-BM/PML/VII/2019, dengan Nilai Kontrak:Rp. 2.350.576.000.97 dan pihak Pelaksana: CV. BAN BAROSA tersebut banyak terdapat kejanggalan pada setiap bangunan fisik yang sedang di kerjakan oleh pihak rekanan.

Ketika wartanusa.id menelusuri pekerjaan proyek tersebut dengan langsung kroscek ke lapangan serta menjumpai kepala tukang untuk konfirmasi terkait pengerjaan proyek yang sedang berjalan mengatakan, “pembuatan talud ini di bangun hingga ujung jalan sana, panjangnya berkisar 378 Meter kurang lebih, mengenai kedalaman galian 1,5 Meter untuk yang sebelah kanan, kalau untuk sebelah kiri kedalaman galian 1 Meter, karena di sebelah kiri terdapat tanah keras, maksud saya ukuran tersebut sudah dengan bangunan talud, ralat kepala tukang sambil menunjuk ke arah talud sebelah kanan, kalau untuk cerucuk kita mengunakan bahan  seadanya saja, mengenai jarak besi ukurannya 15 CM, kalau yang ini bukan jarang akan tetapi belum selesai seraya memegang tulangan besi yang sudah terpasang”, papar kepala tukang kepada waratanusa.id di lokasi proyek, kamis 15 Agustus 2019.

Setelah mendapat keterangan tersebut, wartanusa.id langsung menghubungi PPTK Proyek Syahril SE melalui telefon selulernya mengatakan, “Volume pekerjaan berkisar 300 M lebih, mengenai kedalaman tergantung medan pekerjaan, ada yang 1,5 M, ada yang 80 CM dan ada yang 90 CM, akan tetapi kita akan mengambil yang rata-ratanya saja sesuai dengan konstruksi yang ada, itu berlaku untuk sebelah kiri dan kanan tergantung medannya, mengenai cerucuk itu kan hanya sebagai alat pembantu saja dan itu cerucuk di cabut kembali ketika akan di lakukan pengecoran nantinya, kenapa bambu yang di gunakan sebagai cerucuk itu terkendala dengan anggaran, kan rekanan juga tidak mau rugi dengan mengunakan kayu keras seperti kayu bangka misalnya itukan terlalu mahal mungkin, maka disesuaikan dengan anggaran yang ada, tujuannya hanya untuk pengaspalan nantinya bisa lebih jauh jaraknya, kalau mengenai kapan di hampar bes nantinya kita melihat umur beton terlebih dahulu baru kita sekriping dan bersihkan lapangan terlebih dahulu kemudian baru kita hampar bes, itu pun jika umur beton tadi sudah mencapai 2 bulan atau minimal 3 minggu sudah bisa kita hamparkan, pada intinya kita lihat kekuatan talud terlebih dahulu, bila tidak kuat kan sama saja”, Tukas PPTK Syahril SE.

Ketika di soalkan berapa ketebalan secara keseluruhan di mulai dari penghamparan bes sampai dengan pengaspalan Syahril SE selaku PPTK Otsus 2019 dengan nada sedikit tinggi menjawab, “kalau itu saya harus melihat Mc nya terlebih dahulu, sebab saya belum dapat Mc nya ni, karna sedang di proses jadi belum ada sama saya, termasuk berapa ukuran besi yang digunakan saya pun belum tahu menahu, kalau mengenai jarak besi itu bervariasi, ada jarak 9 Cm maupun 10 Cm tergantung gambar kerja dan kitakan ada pengawas serta Consultan pengawas, merekakan bisa melihat sesuai atau tidaknya dengan gambar kerja, jika tidak sesuai pastinya tidak akan kita bayar, sekali lagi saya katakan mengenai ketebalan secara keseluruhan saya tidak bisa asal jawab karna saya belum melihat Mc nya terlebih dahulu”, terang PPTK Syahril SE seraya menutup telefon selulernya.

Terkesan tidak puas dengan jawaban PPTK  wartanusa.id  kembali menghubungi Consultan pengawas, dalam hal ini Cv. Cucuba Consultan melalui Inspektor proyek pengaspalan jalan Tampu Gampong Matang Cengai, Marzuki mengatakan, “mengenai ukuran galian di kiri kanan talud berukuran 50 Cm kalau untuk ke atasnya 60 Cm, ukuran besi 10 mm, setelah selesai talud akan langsung di hampar bes walaupun ada beberapa titik yang akan di timbun terlebih dahulu, mengenai ketebalan jika bes B di hampar 15 Cm maka bes A juga 15 Cm, ketebalan aspal itu ukuran 6 cm dalam kategori padat, ketika di soalkan apakah pengaspalan sama dengan bangunan talud nantinya, marzuki enggan menjawab dengan mengatakan saya takut salah jawab karna belum melihat gambar terkesan rancu nantinya, alangkah baiknya saya melihat gambar terlebih dahulu”, Bilang Marzuki selaku inspektor Consultan pengawas Via telefon selulernya.

Ket. gambar: Jarak Besi tidak maksimal berdampak pada kekuatan talud itu sendiri. Photo: Jefry Boy Isny

Terkait akan perihal tersebut salah seorang tokoh masyarakat yang enggan di sebutkan namanya sebagai pemerhati proyek serta berpengalaman di bidang paket proyek fisik ikut angkat bicara, “Jika memang tidak faham dengan tupoksi pekerjaan lebih baik mengundurkan diri saja, PPTK itu berperan penting di setiap pekerjaan proyek, bagus dengan tidaknya hasil dari pekerjaan proyek tersebut, selain adanya Consultan pengawas kunci utamanya berada di tangan PPTK, apa lagi jika seseorang yang bukan basicnya di tunjuk menjadi PPTK, kan ibarat Tuna Netra di suruh berjalan tanpa mengunakan tongkat alias meraba-raba”, jelas tokoh masyarakat tersebut.

Lanjutnya lagi, “Apakah memang sengaja atau pura-pura tidak tahu, baik itu PPTK maupun Consultas pengawas terkait pembesian untuk tulangan talud yang terkesan asal jadi (lihat gambar red), dalam hal ini diminta kepada para penegak hukum baik itu Polres Kota Langsa maupun pihak kejaksaan melalui TP4D nya agar segera mengambil sikap serta tindakan tegas, agar masyarakat setempat nantinya tidak akan kecewa dengan hasil pekerjaan proyek tersebut”, pungkasnya dengan nada geram.(JBI)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Polres Sumedang Polda Jabar Adakan Aksi Simpatik Dalam Rangka Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas di Kampus Unpad Jatinangor

KAB. SUMEDANG, Wartanusa.id - Selasa (15/10/2019) siang, bertempat di Gerbang Lama Universitas Pajajaran (Unpad) Kec. Jatinangor Kab. Sumedang telah...

Kegiatan Pembinaan Dan Sosialisasi Audit Serta Inpeksi Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jabar

Bandung, Wartanusa.id - Selasa (15/10/2019) telah dilaksanakan pembinaan dan sosialisasi audit dan Inspeksi Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jabar kepada Tim Andalalin Kota/Kab jajaran Polda...

Polres Ciamis Polda Jabar Bekuk Tersangka Korban Tindak pidana Pencurian Dan kekerasan

Ciamis, Wartanusa.id - Selasa 15/10/2019  kapolres Ciamis Polda Jabar AKBP Bismo Teguh Prakoso, S.H., S.I.K., M.H. didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Riski Akbar, S.I.K.,...

Personil Polri Dan Alim Ulama Melakukan Itifikaf Juga Pesantren Kilat Di Masjid Al- Amman Polda Jabar

Bandung, wartanusa.id - Selasa 15/10/2019. pada hari Jumat sampai dengan minggu 11-13-2019, di Masjid Al Amman Mapolda Jabar telah dilaksanakan kegiatan Pesantren kilat dan...

Danrem 071/Wijayakusuma Tinjau Pelaksanaan pemeriksaan awal Calon Tamtama PK TNI AD

Banyumas – Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., meninjau penyelenggaraan pemeriksaan awal calon Tamtama PK Gelombang II, Selasa (15/10/2019) di...
- Advertisement -

Berita Lainnya

- Advertisement -