Ketahui Arti Hutang Dalam Islam Serta Tips Agar Mudah Keluar dari Beban Hutang

Ketahui Arti Hutang Dalam Islam Serta Tips Agar Mudah Keluar dari Beban Hutang

Seperti yang kita tahu bahwa berhutang merupakan suatu kegiatan yang bisa dilihat dari sudut pandang positif dan negatif. Positifnya, Anda bisa terban

Seperti yang kita tahu bahwa berhutang merupakan suatu kegiatan yang bisa dilihat dari sudut pandang positif dan negatif. Positifnya, Anda bisa terbantu dalam hal keuangan, sementara negatifnya Anda menjadi merasa tak nyaman karena hutang harus cepat dibayarkan. Terlebih, kegiatan berhutang kini sudah menjadi kebutuhan dan oleh semua kalangan. Namun, bagaimana adab hutang dalam islam? Lalu bagaimana cara agar Anda bisa terbebas dari hutang yang melilit?

Kegiatan berhutang pun kini sudah bervariasi  bentuk dan sistemnya, mulai dari berhutang ke teman, keluarga, hingga ke bank atau ke aplikasi finansial. Bahkan, dari data Bank Indonesia telah menunjukkan bawah pemilik kartu kredit kini semakin meningkat.

Namun, bagaimana pun tindakan berhutang merupakan hal yang sebenarnya akan baik-baik saja jika Anda mengelolanya dengan benar dan dibayarkan tepat pada waktunya. Akan tetapi, tidak semua orang bisa mengelolanya dengan bik, sehingga Anda pun jadi terlilit hutang yang tidak terselesaikan, bahkan bisa terus menumpuk.

Baca Juga: Mengenal Modal Ventura Syariah, Dari Pengertian Hingga Cara Investasi

Sederhananya, Anda hanya perlu melakukan beberapa tips ini agar bisa mudah keluar dari lilitan hutang yang menumpuk, sebagai berikut:

1. Hentikan penggunaan kartu kredit

Tidak sedikit yang kalap dan menyalah gunakan fungsi dari kartu kredit, sehingga lilitan hutang bisa sangat terjadi karena penyalahgunaan kartu kredit. Berpikirlah bahwa setiap kali Anda menggunakan kartu kredit, Anda akan menciptakan hutang baru, padahal cicilan kartu kredit sebelumnya belum lunas.

2. Coba hidup dengan pola 50-30-20

Sistem 50-30-20 ini maksudnya adalah persenan pembagian penghasilan bulanan agar lebih tepat sasaran.

– 50 = 50 % dari pengahasilan bulananmu, digunakan untuk biaya tetap. Seperti sewa tempat tinggal, angsuran mobil, internet, dan lain-lain.

– 30 = 30% dari penghasilan bulanan Anda digunakan untuk biaya tidak tetap. Seperti kebutuhan dapur, peralatan, dan hiburan

– 20 = 20% dari penghasilan bulanan Anda digunakan untuk cadangan dan juga untuk ditabung.

3. Membuat catatan anggaran finansial

Terlebih soal keuangan ada baiknya Anda mempunya anggaran serta catatan tersendiri. Hal tersebut dilakukan agar Anda bisa melihat budgeting dan tidak keluar dari perhitungan. Buatlah catatan pengeluaran dan pemasukan, dan Anda bisa menggunakan aturan 50-30-20 pada langkah ini.

4. Membuat grafik “goodbye debt”

Untuk langkah ini adalah langkah ketika masalah hutang Anda sudah sangat kritis. Nah, sebaiknya Anda coba buat daftar hutang mulai dari yang terburuk sampai yang terkecil dalam sebuah grafik. Lalu, silanglah setiap hutang yang telah Anda lunasi, dan rasakan beban yang akan semakin berkurang dan katakan “Goodbye dept”.

Nah, itulah beberapa tips agar Anda bisa keluar dari lilitan hutang. Terlebih, hutang tidak hanya merugikan kedua belah pihak dari segi materi saja, tapi juga dari segi nilai-nilai agama. Lalu, hutang seperti apa yang diperbolehkan? Dan bagaimana pandangan hutang dalam Islam?

Sejatinya Islam ternyata memperbolehkan melakukan kegiatan hutang piutang, namun dengan catatan dan ketentuan serta adab yang berlaku, seperti yang akan dibahas di bawah ini:

– Dalam kondisi yang benar-benar terpaksa

Kegiatan berhutang diperbolehkan, jika Anda memang sedang mengalami hal yang sedang darurat dan terpaksa harus berhutang. Bahkan, Nabi Muhammad SAW berkata bahwa hutang menyebabkan kesedihan di malam hari dan kehinaan di malam hari.

Lalu di lain kesempatan, Rasulullah pun bahkan pernah menolak untuk mensholatkan jenazah yang diketahui masih memiliki hutang. Vitalnya akan hutang ini terlihat dari hadist Rasulullah yang berbunyi:

“Akan diampuni orang yang mati syahid semua dosanya, kecuali hutangnya”. (Riwayat Muslim).

– Tanamkan niat untuk mengembalikannya secepat mungkin ketika hendak berhutang

Hal apapun jika niat awalnya baik, semua pasti akan dimudahkan, termasuk dalam berhutang. Dengan sertakan niat yang bai, yakni akan mengembalikan di waktu yang tepat, maka Allah akan menolongnya, agar ia bisa membayar hutang tersebut.

Dalam sebuah hadist pun dikatakan, Dari Abu huraurah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang mengambil harta orang lain (berhutang) dengan tujuan untuk membauarnya (mengembalikannya), maka Allah SWT akan tunaikan untuknya. Dan barangsiapa yang mengambilnya untuk menghabiskannya (tidak melunasinya), maka Allah akan membinasakannya”. (Riwayat Bukhari)

Pembayaran hutang tersebut pun bisa dilakukan dengan cara sekaligus atau bisa juga dengan cara dicicil.

Masih ada informasi terkait adab berhutang dalam Islam yang bisa Anda baca di link artikel berikut ini: https://www.cekaja.com/info/adab-hutang-piutang-dalam-islam/

COMMENTS

close