Ust Haerudin Saari MengIslamkan Wanita Philipina di Hari Arafah

Ust Haerudin Saari MengIslamkan Wanita Philipina di Hari Arafah

Jakarta, Wartanusa.id - Masjid Al Mubarokah yang berlokasi di Jl Pembina I RW 02 Kelurahan Cipinang Muara menjadi Saksi prosesi Muallaf seorang wanita

Jakarta, Wartanusa.id – Masjid Al Mubarokah yang berlokasi di Jl Pembina I RW 02 Kelurahan Cipinang Muara menjadi Saksi prosesi Muallaf seorang wanita dari Philipina.

Di Hari Arafah ini 09 Dzulhijjah 1440 H bertepatan 10 Agustus 2019, Sabtu siang pukul 13.00, Ust Haerudin Saari mengIslamkan Wanita dari Philipina, dan ini data wanita yang muallaf tersebut :

Full Name: Maribel m. Dagan
Gender: female
Place, Date of Birth: philippines/oct.24,1982
Age: 37
Nationality: Filipino
Religion: Christian
Address: Hongkong
Stay in Basura Apartrment

Maribel yang atheis tertarik dengan Islam, awalnya mendengarkan suara adzan, bergetar hati beliau ketika Adzan berkumandang, terbuka hatinya akhirnya di hari Arafah yang sangat mulia datanglah beliau bersama teman nya ke Masjid Al Mubarokah, di temui Ust Haerudin Saari untuk mengIslamkan nya.

Alhamdulilah prosesi berjalan lancar, di saksikan oleh Ayahanda Abeh Saari dan Ketua RT Didi Soebandrio serta tokoh masyarakat lain nya,semoga wanita tersebut bisa menjadi muslimah yg kaffah, Aamiin.

Sebagai orang Islam kita meyakini bahwa Islam adalah agama yang paling benar di sisi Allah. Artinya, Islam satu-satunya agama yang direstui Allah SWT dan satu-satunya jalan keselamatan di hari akhirat kelak. Meski demikian, kita tetap dianjurkan untuk menghargai keyakinan orang yang tidak memeluk agama Islam.

Masuk ke dalam agama Islam sangatlah mudah dan tidak ribet. Orang yang ingin masuk Islam cukup melafalkan dua kalimat syahadat dan menjalan kewajiban agama, seperti shalat lima waktu, puasa Ramadhan, dan lain-lain.

Terkait bagaimana cara masuk Islam, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Kitab Al-Ghunyah menjelaskan :

“Pertama, melafalkan dua kalimat syahadat, la ilaha illallah muhammad rasulullah/tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Berlepas diri dari agama selain Islam. Meyakini dalam hatinya keesaan Allah SWT. Kemudian diwajibkan mandi sebagaimana Rasulullah memerintahkan mandi Tsumamah bin Utsal dan Qis bin ‘Ashim ketika masuk Islam. Kemudian diwajibkan shalat karena iman mesti berbarengan antara perkataan dan perbuatan, sebab perkataan ibarat klaim dan amal sebagai bukti. Perkataan merupakan bentuk formal, sementara amalan substansi atau ruhnya.”

Dari penjelasan Syekh Abdul Qadir ini dapat dipahami bahwa ada tiga hal yang perlu dilakukan ketika ada orang yang masuk Islam.

Pertama, membaca dua kalimat syahadat dan meyakini di dalam hati akan keesaan Tuhan dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Lafal syahadat yang mesti dibaca sebagai berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ

Asyhadu an la ilaha illallah

“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah.”

Kalimat kedua,

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah

“Dan (aku bersaksi) bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

Kedua, sebagian ulama mewajibkan mandi bagi orang yang baru masuk Islam merujuk pada hadis yang disebutkan Syekh Abdul Qadir di atas. Sementara ulama lain berpandangan bahwa mandi tidak diwajibkan, tetapi hanya kesunnahan saja.

Ketiga, orang yang baru masuk Islam diwajibkan untuk shalat lima waktu dan mengerjakan kewajiban lainnya.

Supaya paham mengenai tata cara pelaksanaan ibadah di dalam Islam sangat dianjurkan bagi orang yang baru memeluk agama Islam untuk belajar dan mencari guru yang bisa membimbing mereka dalam melaksanakan ibadah sehari-hari.
Wallahau a’lam.

Kontributor : Anugrah W

COMMENTS

close