Sosok Sederhana Pengganti Fahri Hamzah di DPR RI

Sosok Sederhana Pengganti Fahri Hamzah di DPR RI

Fahri Hamzah tidak lagi mencalonkan diri menjadi Anggota DPR RI. Politisi Partai Keadilan Sejahtera dari Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat itu lebih

Fahri Hamzah tidak lagi mencalonkan diri menjadi Anggota DPR RI. Politisi Partai Keadilan Sejahtera dari Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat itu lebih memilih untuk mengakhiri kariernya di DPR RI.

Sosok Fahri Hamzah diganti dengan politisi NTB, Johan Rosihan. Kader PKS asal Sumbawa ini lolos menjadi anggota dewan. Dari tiga kursi untuk Caleg DPR RI Dapil NTB I di Pulau Sumbawa, Johan berhasil unggul dengan jumlah suara 46.293 dan suara partai 101.058.

Caleg nomor urut 01 ini, tampaknya dipersiapkan untuk mengganti Fahri Hamzah. Sosok Johan saat menjabat Ketua Fraksi PKS DPRD NTB, dikenal sangat kritis dengan kebijakan eksekutif. Terlebih lagi soal anggaran, karena Johan juga pernah menjadi Juru Bicara Badan Anggaran DPRD NTB.

Johan juga dikenal sebagai relawan kemanusiaan. Saat bencana gempa di Lombok, maupun banjir di Bima dan Sumbawa, Johan selalu turun tangan langsung membantu masyarakat.

Meskipun demikian, Johan memiliki gaya politik sendiri yang berbeda dengan Fahri Hamzah. Dia menyerahkan pada masyarakat untuk menilai perbedaannya.

“Karenanya, saya tidak mau mengubah passion itu untuk kemudian tampil seperti Bang Fahri. Saya akan tampil sebagai diri saya sendiri,” ujarnya, Minggu 19 Mei 2019.

Bagi Johan, untuk menjadi terkenal layaknya Fahri Hamzah bukan substansi, tetapi yang paling utama bagaimana merealisasikan amanat yang diberikan rakyat untuknya.

“Dalam keyakinan saya, menjadi terkenal dan diakui sebagai tokoh nasional bukanlah substansi. Yang terpenting, bagaimana kita bisa memperjuangkan pembangunan yang bermanfaat, terutama bagi daerah yang memilih kita,” ungkapnya.

Johan mengutarakan niatnya untuk membuat pilot project tentang daerah pesisir dengan destinasi wisata.

“Konsen saya lebih kepada pemberdayaan. Seperti yang saya sampaikan bahwa politisi itu memiliki passion yang berbeda dan punya cara tersendiri untuk mendekati rakyat. Bagaimana politisi itu mendapatkan mandat, maka begitu pula cara dia bekerja selama lima tahun,” ujarnya. (asp/red)

COMMENTS

close