Belum Ada Titik Terang Terkait Harta Gono Gini, Penggugat Kembalikan ke Mahkamah SyariahHakim Mahkamah Syariah Kota Langsa Roichan Mahbub SHi

Belum Ada Titik Terang Terkait Harta Gono Gini, Penggugat Kembalikan ke Mahkamah Syariah

Berita Kota Langsa - Hampir berjalan 2 tahun lamanya kasus pembagian harta gono - gini antara penggugat Dewi Riska, A.Md, Keb dan tergugat Teuku Abdul

Berita Kota Langsa – Hampir berjalan 2 tahun lamanya kasus pembagian harta gono – gini antara penggugat Dewi Riska, A.Md, Keb dan tergugat Teuku Abdul Malik, S sos hingga saat ini belum juga terlealisasi sebagaimana yang telah di sepakati bersama pada sidang putusan Mahkamah Syar’iyah Kota Langsa.

Terkait akan hal ini Dewi Riska awalnya pada tanggal 12 Maret 2019 telah mengirimkan surat kepada Geuchik Gampong PB. Beuramoe Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa,  Perihal pelaksanaan Akta Perdamaian dan meminta serta memohon kepada Geuchik dan Perangkat Gampong dapat menyelesaikan pelaksanaannya, di karenakan tidak ada penyelesaian akhirnya Dewi Riska mempertanyakan kembali perkara tersebut ke Mahkamah Syar’iyah melalui surat tertulisnya kepada wartanusa.id
Hakim Mahkamah Syari’iyah Kota Langsa Roichan Mahbub, SHi ketika di konfirmasi wartanusa.id, selasa 28 Mei 2019, Mengatakan, Kasus Harta Gono – Gini antara penggugat Dewi Riska AMd, Keb, dengan mantan suaminya Teuku Abdul Malik S sos,  Pada intinya sudah sepakat untuk berdamai dan membagikan harta tersebut.
Lanjut Roichan, Pihaknya sudah memutuskan perkara tersebut sesuai kesepakatan penggugat dan yang tergugat, Mereka sepakat melakukan mediasi, menurutnya, keputusan mereka sama kuatnya dengan keputusan Mahkamah Syar’iyah Kota Langsa tertanggal 06 Maret 2019 Nomor : 63/Pdt.G/2019/MS.Langsa, Pasal 3 : Bahwa harta bersama sebagaimana tertuang pada pasal 2 tersebut di atas belum pernah di bagi, untuk itu penggugat dan tergugat sepakat untuk membagi harta – harta tersebut dengan ketentuan setengah bagian milik penggugat dan setengah milik tergugat. Dan Pasal 4 : Bahwa penggugat dan tergugat sepakat untuk membagi harta bersama sebagaimana tertuang pada pasal 2 secara natura, Namun apabila tidak mungkin untuk di bagi secara natura maka harta tersebut dijual secara lelang melalui badan lelang negara dan selanjutnya hasil penjualan lelang dibagi kepada penggugat dan tergugat sesuai ketentuan pada pasal 3 tersebut di atas, terangnya.
Roichan menjelaskan lebih detail, “jika penggugat dan tergugat tidak dapat menyelesaikan atau menjalankan kesepakatan perjanjian yang telah mereka sepakati, maka langkah selanjutnya, silahkan mengajukan permohonan eksekusi ke Mahkamah Syar’iyah dan kami siap membantu”, tutup Hakim Roichan Mahbub, S. Hi kepada wartanusa.id di ruangan kerjanya. (JBI)

COMMENTS

close