Ditreskrimsus Polda Jabar Tangkap Penyebar Berita Hoax di Majalengka

Ditreskrimsus Polda Jabar Tangkap Penyebar Berita Hoax di Majalengka

BANDUNG, Wartanusa.id - Demi menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan nyaman, aparat kepolisian dari Ditreskrimsus Polda Jabar Kembali menangkap pelaku

BANDUNG, Wartanusa.id – Demi menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan nyaman, aparat kepolisian dari Ditreskrimsus Polda Jabar Kembali menangkap pelaku tindak pidana berita bohong atau Hoax dalam penyebarannya menggunakan grup WhatsApp.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol.Trunoyudho Wisnu Andiko,S.I.K dalam keterangan Persnya pada Senin (27/5/2019) hari ini di Mapolda Jabar menyampaikan, seorang pelaku kembali diamankan pada kasus ini yaitu seorang pria berinisial YHA (40 Tahun).

Hal ini bedasarkan laporan polisi No.LPA/186/V/2019/Jbr/Res. Majalengka/Sat Reskrim, Tanggal 24 Mei 2019 a.n pelapor REXSY JAKA F. Tersangka YHA beragama Islam pekerjaan, wiraswasta dan tinggal di Dusun Cangkuang RT 02 / RW 07 Kel. Cicadas Kec. Jatiwangi Kab. Majalengka sudah di tetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Jabar.

Yaitu setelah yang penyidik melakukan pemeriksaan para saksi yang diperiksa terkait tindak pidana tersebut, termasuk barang bukti yang turut di sita dari tersangka yaitu 1(satu) unit Handphone Merk Lava RI, 1(satu) unit Handphone Merk Nokia, 1 (satu) buah Sim Card Telkomsel dan 1 (satu) Buah Memori Card V-Gen 16 Gb.

Kabid Humas memaparkan bahwa pada hari Selasa tanggal 21 Mei 2019 tersangka dengan menggunakan akun WhatsApp telah mendistribusikan konten foto yang bermuatan berita bohong dan menyesatkan berupa foto anggota brimob yang sedang berdinas menggunakan tutup wajah sehingga disebut polisi china, kemudian membagikan di WhatsApp Grup RUMAH SMART INDONESIA yang di posting pada tanggal 21 Mei 2019 dengan Caption Perhatikan warna kulit dan mata sipit anggota Brimob ini! Sangat mencurigakan jangan-jangan tentara china menyamar.

 

“Tersangka diduga melanggar pasal 14 ayat (1), (2) jo pasal 15 UU RI No.1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 207 KUHP.

Yakni tentang peraturan hukum pidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 (Sepuluh) tahun”, terang Kabid Humas.

Kontributor : Asep Kusmayadi

COMMENTS

close