Ribut Harta Gono Gini, Geuchik PB Beuramo Berupaya Selesaikan Secepatnya

Ribut Harta Gono Gini, Geuchik PB Beuramo Berupaya Selesaikan Secepatnya

Langsa - Apa yang terjadi terhadap Dewi Riska  sangatlah tragis, pasalnya setelah Akte Penceraian antara Dewi Riska A.Md. Keb. Binti Muchlis, SH, MM. 

Langsa – Apa yang terjadi terhadap Dewi Riska  sangatlah tragis, pasalnya setelah Akte Penceraian antara Dewi Riska A.Md. Keb. Binti Muchlis, SH, MM.  Dan Teuku Abdul Malik S.sos Bin Teuku Muhammad Ilyas keluar dari Mahkamah Syariah Kota Langsa dengan nomor: 0250/AC/2018/MS. LGS, Dewi tidak mendapat haknya yang telah tertuang pada surat keputusan bersama.

Ketika Wartanusa.id menemui Dewi di kediaman Orang tuanya, Kamis, 23/05/2019 di Komplek Perumahan Darussalam Residen, Jln. T. Chik di tunong no. 1 Gampong Jawa Langsa Kota.  Mengatakan “saya sudah lelah dengan segala perjanjian dan perkatan mantan suami saya, tidak ada satu pun yang bisa saya pegang, sebelumnya Saya di usir dari rumah dengan membuang seluruh pakaian saya beserta anak-anak, sebanyak 10 kantung plastik besar, bahkan kunci pintu rumah saja sengaja di ganti agar saya dan Anak tidak bisa masuk rumah lagi, yang lebih ironisnya lagi mas kawin (mahar) sebanyak 10 mayam dipakai/dipinjam saudara T. Abdul Malik S, sos dengan alasan awal untuk membangun rumah, tetapi kenyataannya untuk membuat usaha yakni membeli 5 unit sepeda fixie Element di jalan pandu no. 93/2 Toko Jess.co Medan”, terangnya.

Lanjut Dewi, “untuk Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi sekitar akhir bulan februari di lakukan oleh mantan suami saya T. Abdul Malik, S, sos, Kasubbag Umum pada BPKD Kota Langsa telah di putuskan oleh Pengadilan Negeri Kota Langsa No. 196/pidsus/2017/PN Langsa tanggal 19 November 2017 dengan menjatuhkan hukuman penjara selama 1 bulan kurungan, apakah mantan narapidana kasus KDRT masih pantas menduduki jabatan sebagai seorang ASN dan apakah tidak bertentangan dengan keputusan bersama 3 menteri dan surat Gubernur Provinsi Aceh”, ungkap Dewi yang juga salah satu ASN UPT PKM Kabupaten Aceh timur.

Di tempat yang sama, H. Muchlis, SH. MM menyampaikan, ” Saya selaku orang Tua Dewi Riska meminta pembagiannya di sesuaikan dengan apa yang telah disebutkan dalam Mahkamah Syariah, Sementara Saudara T. Abdul Malik menuntut dari nilai jual rumah sebesar Rp. 132,000,000 bersih dan tidak mau terlibat dalam permasalahan penjualan rumah serta tidak mau tahu berapa pun nilai rumah itu terjual, Dia juga tidak mau mengosongkan rumah tersebut sebelum di berikan uang seperti tersebut di atas dengan alasan yang bersangkutan sudah banyak habis dan lelah membangunnya, padahal rumah tersebut di bangun bersama dengan mengambil kredit pada Bank Aceh (suami istri)  adalah ASN, sudah hampir Dua bulan ini rumah yang di maksud belum ada orang yang bertanya karena masih ada yang tinggal atau rumah tersebut tidak sesuai dengan harga jual, artinya ini kan sama halnya dengan kepala dilepas ekor di pegang”, tukasnya.

Sambung Muchlis, “T. Abdul Malik juga telah melakukan pemalsuan tanda tangan perihal jual beli 1 unit Honda Scoopy dengan nilai Rp.  15.000,000 An. Dra. Hj. Aisya Wati ibunda Dewi Riska, sebenarnya hal tersebut diatas tidak pernah terjadi jual beli,  apakah ini bukan suatu perbuatan tindak pidana pemalsuan tanda tangan, saya meminta kepada Geuchik Paya Bujok Beuramo Bapak Zubaili agar sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan ini”, ujarnya.

Sementara Zubaili Geuchik Gampong Paya Bujok Beuramo Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa, ketika di Konfirmasi wartanusa.id di ruangan kerjanya mengatakan, “pada awal bulan April di rumah Gampong Paya Bujok Beuramo telah diadakan rapat yang di hadiri oleh Geuchik, Tuha Peut beserta perangkat Gampong dan juga Saudara T. Abdul Malik bersama H. Muchlis mengenai pembagian tanah/rumah yang menjadi harta bersama”, jelasnya.

Lanjut Zubaili, “Berdasarkan surat yang masuk ke saya hampir secara keseluruhan sudah terlaksana, hanya 1 yang belum terlaksana hingga detik ini, yaitu terkait pembagian atas penjualan rumah di Dusun Imum Abu Gampong Paya Bujok Beuramo Kecamatan Langsa Barat, akan tetapi perihal permintaan Bapak H. Muchlis untuk memasang plank di depan rumah tersebut bahwasanya rumah ini di jual sudah saya lakukan, langsung saya pasang di depan rumah plang tersebut, saya juga maunya segala permasalahan ini cepat terlaksana,pungkasnya.(JBI)

COMMENTS

close