18 C
Alba Iulia
Wednesday, November 13, 2019

Sunarsih Warga Kp Bulak Pondok Melati Bekasi Korban Janji PKH Kian Memprihatinkan

Must Read

Penanganan Pohon Tumbang Di JL. Raya Cirebon Wilkum Polres Cirebon Polda Jabar

Cirebon, Wartanusa.id - Selasa tanggal 12 November 2019 telah terjadi pohon tumbang di jalan raya cirebon Palimanan termasuk Desa...

Peduli Bencana, Bank Aceh Syari’ah Salurkan Bantuan

Langsa | Peduli terhadap bencana PT. Bank Aceh Syariah Cabang Langsa menyalurkan bantuan untuk korban banjir di wilayah Kota...

Sat Reskrim Narkoba Polres Cianjur Polda Jabar Ciduk 9 Orang Bandar

Cianjur, Wartanusa.id - Jajaran Satreskrim Narkoba Polres Cianjur Polda Jawa Barat berhasil menciduk sembilan orang bandar narkoba dengan barang...

Bekasi – Beginilah kondisi Sunarsih warga Bekasi, yang tinggal di Jl. Harun, Kampung Bulak, Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat. Sunarsih adalah warga miskin yang hingga kini belum mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH), yang sebelumnya pernah diberitakan pada media newswartapublik.com (20/6/18) dengan judul berita “Warga Harun Pondok Melati Keluhkan Program Pemerintah Tidak Tepat Sasaran”.

Setelah pemberitaan tersebut, Sunarsih pernah dipanggil oleh ketua RT setempat dan ditindaklanjuti pihak kelurahan untuk dibuatkan Kartu Indonesia Sehat. Dinas Sosial Bekasi juga pernah mengunjungi kontrakannya. Menurut Sunarsih Dinsos akan memberikan Program PKH yang baru, tapi sampai saat ini sudah satu tahun sejak dijanjikan Dinsos belum ada tindak lanjutnya.

“Katanya akan dimasukan daftar PKH yang baru tapi sampai sekarang belum,” ujar Sunarsih, Minggu, 28/4/2019.

Kondisi Sunarsih saat ini sungguh memprihatinkan. Sudah 6 bulan terbaring sakit, beban hidupnya kian bertambah karena ia harus membayar uang kontrakan yang sekarang menunggak 2 bulan sebesar Rp 1.100.000. Belum lagi, Sunarsih harus membiayai keperluan sekolah anaknya yang saat ini butuh dana sebesar Rp, 1.000.000.

Sunarsih hanya pasrah dengan keadaannya saat ini. Ia tak bisa lagi menjadi buruh cuci pakaian pada tetangganya untuk kehidupan sehari-hari lantaran sakit yang sudah lama dideritanya dan perlu perawatan khusus. Kini Sunarsih hanya mengandalkan suaminya yang hanya tukang jahit dompet dan itupun hasilnya tidak seberapa.

“Mama menderita radang paru-paru dan lambung serta liver,” ujar Rani, anak Sunarti yang masih butuh biaya sekolah saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini ditayangkan, belum berhasil dikonfirmasi ke pihak kelurahan maupun Dinsos, untuk mengklarifikasi Program PKH yang dijanjikan beberapa waktu yang lalu. (UGD/Red)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru

Penanganan Pohon Tumbang Di JL. Raya Cirebon Wilkum Polres Cirebon Polda Jabar

Cirebon, Wartanusa.id - Selasa tanggal 12 November 2019 telah terjadi pohon tumbang di jalan raya cirebon Palimanan termasuk Desa...

Peduli Bencana, Bank Aceh Syari’ah Salurkan Bantuan

Langsa | Peduli terhadap bencana PT. Bank Aceh Syariah Cabang Langsa menyalurkan bantuan untuk korban banjir di wilayah Kota Langsa, Selasa (12/11/2019). PT Bank Aceh...

Sat Reskrim Narkoba Polres Cianjur Polda Jabar Ciduk 9 Orang Bandar

Cianjur, Wartanusa.id - Jajaran Satreskrim Narkoba Polres Cianjur Polda Jawa Barat berhasil menciduk sembilan orang bandar narkoba dengan barang bukti sabu, ganja, dan obat-obatan...

Gelar Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Lembaga Tuha Peat DPMG Kota Langsa Gandeng Penegak Hukum

Langsa | Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Langsa, menggelar acara sosialisasi Peningkatan kapasitas Lembaga Tuha Peut Gampong (TPG) dalam penyelenggaraan Pemerintah, Pembangunan,...

Camat Langsa Baro, Kapolsek dan Danramil Gerak Cepat Evakuasi Korban Banjir, Gampong Geudubang Aceh Kota Langsa

Langsa | Unsur Forkopimcam Langsa Baro dan Langsa Barat terjun langsung ke lokasi banjir Gampong Geudubung Aceh Kecamatan Langsa Baro Pemko Langsa, Selasa, 12...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -