athrowback wholesale jerseys 2017 cheap nfl football jerseys china wholesale 100% Guarantee

Tersangka Pembunuh Kim Jong Nam Meminta Orang Tuanya untuk Mendoakannya

WARTANUSA.ID – Siti Aisyah, seorang warga Indonesia, hadir di pengadilan pada haris Selasa (30/05) bersama dengan tersangka kedua, Doan Thi Huong dari Vietnam. Kasus mereka secara resmi dipindahkan ke Pengadilan Tinggi karena pengadilan yang lebih rendah tidak memiliki yurisdiksi untuk mendengar kasus pembunuhan tersebut.

Kedua wanita tersebut dituduh mengincar agen saraf VX di wajah Kim Jong Nam di bandara Kuala Lumpur pada 13 Februari silam. Kim meninggal tak lama kemudian. Para wanita mengatakan bahwa mereka ditipu sehingga mengira mereka memainkan lelucon yang tidak berbahaya untuk sebuah acara kamera tersembunyi.

Yusron Ambary, konselor di KBRI, mengatakan Siti menulis surat kepada orang tuanya baru-baru ini, meminta mereka untuk tidak mengkhawatirkannya. “Saya dalam keadaan sehat, berdoalah, jangan terlalu memikirkan saya, tetap sehat dan berdoa semalaman Saya memiliki banyak orang yang membantu saya Pejabat kedutaan selalu datang menemui saya, juga pengacara saya, tidak perlu khawatir, berdoalah untukku sehingga kasusnya akan segera berakhir dan aku bisa pulang ke rumah kembali. Kirimkan cintaku kepada anakku Rio,” dia membaca surat itu kepada wartawan di luar ruang sidang.

Baca Juga  Misteri Pembunuhan Kim Jong Nam: Siapa Siti Aisyah Sebenarnya?

Pengawalan bersenjata menemani para wanita, yang tersenyum pada perwakilan kedutaan mereka saat mereka dibawa ke dermaga. Jaksa Iskandar Ahmad mengatakan penampilan pertama mereka di Pengadilan Tinggi biasanya akan berada dalam waktu satu bulan. Para tersangka kemudian akan mengajukan permohonan dan persidangan harus dimulai dalam waktu 90 hari, kata Iskandar.

Polisi mengatakan empat tersangka Korea Utara melarikan diri dari Malaysia pada hari serangan tersebut. Pengacara pihak pembela takut para tersangka tersebut akan menjadi kambing hitam karena orang lain diyakini memiliki pengetahuan tentang kasus tersebut yang meninggalkan negara tersebut.

Meskipun Malaysia tidak pernah secara langsung menuduh Korea Utara melakukan serangan tersebut, spekulasi merajalela bahwa Pyongyang mengatur sebuah serangan terhadap anggota elite Korea Utara yang diasingkan.  Kim, yang terasing dari keluarganya, bukanlah ancaman politik yang nyata, namun dia mungkin telah dipandang sebagai saingan potensial dalam kediktatoran dinasti di negara komunis itu.

Facebook Comments

more recommended stories

Share This