athrowback wholesale jerseys 2017 cheap nfl football jerseys china wholesale 100% Guarantee

Sama-sama Disabilitas, Pasangan Asal Yogya ini Masih Sanggup Biayai Anak Hingga Lulus SMK

Wartanusa.id -Sepasang suami istri asal Yogya Parjan dan Erni memang patut diacungi jempol. Meski tak seperti pasangan lain, namun semangat mereka dalam mencari nafkah sangat luar biasa. Parjan yang berusia 42 tahun adalah seorang tunanetra, sementara istrinya Erni memiliki kelainan fisik di bagian kakinya yang membuatnya tidak bisa berjalan dengan normal.

Meski memiliki kekurangan yang membuat keduanya kesulitan mendapat pekerjaan, namun tidak ada kata meminta-minta dalam kamus keduanya. Dua pasangan super tersebut masih memutar otak untuk membiayai anak mereka dengan berjualan.

Bekerjasama mengumpulkan rupiah dengan berjualan roti

Tiap harinya, pasangan tersebut bergandengan tangan dan berjalan sejauh enam kilometer sembari menjajahkan roti. Perjalanan dimulai dari sekitar rumah mereka di kawasan Gang Tongkol IX Minomartani, Ngaglik Sleman menuju Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di daerah Gejayan. Keduanya lebih memilih jualan roti karena dirasa pekerjaan tersebut lebih baik. Sebab, Parjan dan Erni pernah terjaring razia karena kedapatan mengamen pada tahun 2013 lalu. Saat itu juga, kedua pasangan tersebut mendekam di bui. Hal itu yang membuat mereka kapok dan enggan mengamen lagi.

Baca Juga  Pemerintah Berencana Membangun 16 Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Menjual roti dengan harga murah

Pasangan tersebut mulai bekerja di jam 07.00 hingga 13.00 WIB. Namun, spesial untuk hari Minggu, Parjan dan Erni biasanya berjualan roti di Sunday Morning di Universitas Gadjah Mada. Jualan mereka juga dibandrol dengan harga yang sangat murah, yakni Rp. 1500 saja. Karena sangat murah, Parjan bahkan pernah diprotes oleh salah satu pembelinya. Hal itu karena harga yang ditawarkan Parjan tidak pernah berubah dari waktu ke waktu, sementara kondisi Parjan dan istrinya sendiri juga kekurangan.

Penghasilan lumayan

Meski berjualan roti dengan harga murah, Parjan mengaku mendapatkan hasil yang lumayan. Setidaknya, rata-rata dalam sehari mereka dapat mengumpulkan uang sampai 100 ribu. Dari hasil tersebut, mereka juga bisa menyekolahkan anak mereka hingga lulus SMK. Meski demikian, hingga saat ini keduanya belum memiliki rumah pribadi. Sementara, Parjan dan Erni tinggal di rumah sederhana milik saudara. Namun, jika suatu hari diminta, mereka mau tak mau juga harus pindah.

Impian bisa membeli rumah atau ruko

Baca Juga  Warga Mengeluh Hampir 1 Tahun Pembuatan E KTP Di Kecamatan Marpoyan Damai Tidak Kunjung Selesai

Kondisi rumah yang ditinggali Parjan dan Erni begitu sederhana. Tak ada barang-barang elektronik yang bisa mengusir rasa bosan. Hanya ada sebuah lincak yang ada di teras depan. Sebuah dipan besar membentang di depan pintu masuk. Meski menjalani kehidupan yang sangat pas-pasan, namun suatu hari nanti Parjan dan Erni berharap bisa membeli rumah atau bahkan ruko yang lebih baik dari sekarang.

Itulah kisah dari Parjan dan Erni, pasangan sesama disabilitas yang tetap semangat mencari rezeki hingga mengantarkan sang anak lulus SMK. Semoga dengan ini membuat kita sadar, bahwa tak ada alasan untuk bermalas-malasan. Karena sosok mereka yang penuh kekurangan masih memiliki memiliki daya juang.

Facebook Comments

more recommended stories

Share This